Terkadang kita merasa..

June 4, 2015

Dlm sebuah siaran kotbah di tv, hamba Tuhan ini berkisah..

Ada sebuah desa di Israel, penduduknya mencintai jam mulai dari jam tangan, jam dinding, jam meja dll. Tidak ada satupun warganya yg tidak mempunyai jam. Namun tidak ada tukang jam sama sekali di desa itu. Ada bbrp org di situ yg sangat mencintai jam miliknya shg bahkan dlm keadaan rusak/mati pun jam nya selalu dibersihkan lalu diputar knop nya setiap hari. Setelah sekian thn berlalu, dtglah seorang tukang jam ke desa tsb. Segera penduduk desa menservis atau mencoba memperbaiki milik mrk yg bermasalah kpdnya. Di antara semua jam yg dicoba utk diperbaiki, hanya jam milik penduduk yg rajin membersihkan dan memutar knop nya lah yg berhasil diperbaiki.
Salah seorang pemirsa tv ini segera bertindak sesuai dgn nilai moral yg ditangkapnya. Diambilnyalah laptop tercanggihnya yg selama ini diterlantarkan nya di balik lemari pakaian itu… lalu segera dicharge baterenya.

Kurasa…nilai moral nya ga demikian deh. Hehehe…

Di akhir kotbahnya hamba Tuhan ini menjelaskan…sebenarnya yg ingin dia sampaikan adl.. baca lah firman tiap hari.

Analoginya apa… nilai.moral yg diterapkan apa pula oleh si pemirsa itu.
Terkadang kita merasa…


Makan roti

May 3, 2015

Hari ini ibadah minggu yg berbeda dari biasanya. Mengapa? Karena adikku angkatku, yg kusayang, sakit. Dia demam tinggi di hr ke 3. Tanganku pun msh sakit akibat kecelakaan itu.

image

Sulit sekali untuk aku bisa fokus saat ibadah. Hatiku hanya bisa berkata sama Tuhan, ‘Bapa, sembuhkan kami, pulihkan kami, bukankah bilur Yesus sudah tertoreh di tubuhNya utk kelemahan dan sakit penyakit kami?’ Sembari ibadah, firman, dan perjamuan kudus, telingaku mendengar cerita ttg Yesus memberi makan 5 rb org dll…namun hatiku sedang bertanya2 sesuatu pada Bapa.  Aku mau makanan firman yg lbh enak drpd ini. Lalu…Dia menerangkannya di hatiku…hatiku melonjak kegirangan…dgn segera ingin rasanya mensharekannya padamu, adikku.. Ini dia:

I’d like to share something to you..
Km pasti ingat cerita Yesus memberi makan 5 rb org laki2 blm termasuk wanita dan anak2. Di kisah itu.. ada 5 roti dan 2 ikan yg Yesus pegang dr anak kecil. Apa yg Yesus lakukan. Dia angkat makanan itu, Dia mengucap syukur kpd Bapa atasnya lalu Dia memecah2kan roti itu lalu memberikannya kpd para murid utk dibagikan ke org2 yg lapar. Sisa rotinya .. 12 bakul.

Tiba2 aku mengerti sesuatu…

Roti ini, yg biasa cm dianggap 5 roti-sesuatu yg ada pd kita utk dipakai Allah- ternyata bicara ttg tubuh Yesus.
Tubuh Yesus yg dipecah2kan utk mjd makanan bg kita. Ketika Ia disalib untuk menebus dosa kita, pada saat itulah tubuhNya dipecahkan.

Lukas 22:19  Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

TubuhNya keliatan ‘sedikit’, hanya 5 roti’. Namun tubuh yg dipecahkan ini bs memenuhi kebutuhan ‘lapar’ nya setiap kita semua bahkan sampe bersisa2. Yg km butuhkan adl kesehatan, teman hidup, damai sejahtera dalam keluarga, keuangan, atau yg lain? Tubuh-Nya lbh dr cukup utk memenuhi kebutuhanmu…apapun kebutuhan ‘lapar’mu saat ini, more than enough.

Yohanes 6:9, 11-13
9 “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Jesus is for you, nak…more than enough. Be well ya…. hugs…

image

My lovely sister

Nb: senang akhirnya kita bs jalan bareng bertiga. Kalian berdua org yg kukasihi. Next time kita jln bareng dlm keadaan km sehat total.


Mengapa Mereka Benyanyi Dihadapan Eksekusi Mati

May 1, 2015

Wahyu ‘wepe’ Pramudya
30 Apr 2015 | 10:08

Sumber: Hukuman Mati (sumber tribunnews)

“Mengapa mereka bernyanyi di hadapan eksekusi mati, Pak Pendeta?” demikian bunyi sebuah pesan di inbox akun facebook saya. “Apakah Pak Pendeta tahu laguAmazing Graceyang mereka nyanyikan di hadapan para eksekutor yang mengarahkan senjata api pada mereka?”

Beberapa pemberitaan media massa di dalam dan luar negeri mengisahkan tentang para terpidana mati yang bersama-sama menyanyikan laguAmazing Gracedan dilanjutkan dengan laguBless the Lord O My Soul.Dengan mata tetap terbuka mereka menyanyikan lagu ini hingga senjata api menyalak dan kematian pun menjemput.

Mengapa mereka bernyanyi di hadapan hukuman mati? Saya tidak tahu pasti. Saya tak pernah bersentuhan langsung dengan para terpidana mati ini. Saya hanya membaca kesaksian dari rohaniwan yang mendampingi dan dari sesama narapidana yang pernah menjadi rekan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Hidup duobali nineberubah dalam perjumpaan dengan Yesus Kristus selama dalam penjara. Di media online ada banyak kisah tentang para terpidana mati ini, khususnya Andrew Chan. Ada sebuah percakapan menarik yang dirilis oleh situs dailytelegraph :

Rothfield:How do you handle ur situation. I couldn’t sleep if it was me. (Bagaimana kamu mengatasi situasi ini. Saya tidak dapat tidur jika ada dalam situasi seperti itu.)Chan:Honestly Jesus. Basically 10 years ago I was going to kill myself. Something happened, something I never believed in my whole entire life. That there is a God and he existed and he is real.(Sejujurnya Yesus. Pada dasarnya 10 tahun yang lalu saya akan bunuh diri. Sesuatu terjadi, sesuatu yang tidak pernah saya percayai seumur hidup saya. Ada Tuhan dan Ia ada dan Ia nyata)

Mengapa mereka bernyanyi di hadapan hukuman mati? Bagi Andrew Chan mungkin itu adalah nyanyian proklamasi imannya. Penemuannya di dalam penjara bahwa Allah bukan sekadar ada, tetapi nyata kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Kesadaran akan kehadiran Allah yang telah menopang dan mengubahkan hidup Andrew Chan selama sepuluh tahun ada di penjara. Perubahan yang disaksikan sesama tahanan dan para penjaga penjara. Chris Makin, seorang penulis untuk biblesociety.org, yang berkesempatan mengunjungi Andrew Chan dalam penjara Kerobokan, Bali menulis : “Currently Andrew leads the Christian church inside Kerobokan prison. From preaching to worship leading, pastoring to evangelism, he uses his days in service of the Lord. To ensure the longevity of the ministry in the prison, Andrew is training leaders to carry on the work of the Lord in Kerobokan.” (Saat ini Andrew memimpin gereja Kristen di dalam penjara Kerobokan. Dari berkhotbah sampai memimpin pujian, menggembalakan sampai menginjili, ia menggunakan hari-harinya untuk melayani Tuhan. Untuk memastikan keberlangsungan pelayanan dalam penjara, Andrew melatih para pemimpin untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan di Kerobokan).Dalam sebuah wawancara yang dimuat sebuah media, Andrew Chan mengungkapkan pergumulannya setelah mendengar berita bahwa ia dijatuhi hukuman mati. “When I got back to my cell, I said, ‘God, I asked you to set me free, not kill me.’ God spoke to me and said, ‘Andrew, I have set you free from the inside out, I have given you life!’ From that moment on I haven’t stopped worshipping Him. I had never sung before, never led worship, until Jesus set me free” (Ketika saya kembali ke dalam sel penjara, saya berkata,’ Tuhan, saya meminta untuk membebaskan saya, bukan membunuh saya.’ Tuhan berbicara kepada saya,’ Andrew, Aku tela membebaskanmu dari dalam keluar, Aku telah memberikanmu hidup!’ Dari saat itu, saya tidak pernah berhenti memuji-Nya. Saya tidak pernah bernyanyi sebelumnya, tidak pernah memimpin pujian, sampai Yesus membebaskan saya.”Nyanyian adalah ekspresi pengalaman iman. Bukankah di hadapan kematian tak ada bekal apapun yang dapat kita bawa selain dari iman? Iman yang menggerakkan hati dan bibir untuk bernyanyi dan memuji-Nya bahkan di hadapan hukuman mati.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Amazing Grace adalah sebuah lagu pujian populer ratusan tahun dalam komunitas Kristen. Kekuatan lagu ini barangkali terkait dengan pengalaman bersama sebagai orang percaya : di dalam kesalahan dan keberdosaan, kasih karunia Allah itu nyata. Lagu ini ditulis oleh John Newton (1725–1807), seorang penjual budak, penjudi dan pemabuk yang menyadari kebesaran kasih karunia Allah di dalam hidupnya. Setelah pertobatannya, dalam jatuh bangun kehidupan imannya, Newton akhirnya memutuskan untuk melayani Tuhan sebagai pendeta.

Silakan menyimak bait pertama dari lagu Amazing Grace
Amazing Grace, how sweet the sound,That saved a wretch like me.I once was lost but now am found,Was blind, but now I see

Terjemahan bebas tanpa memperhitungkan notasi adalah : Kasih karunia yang menakjubkan. Betapa Indah terdengarnya. (Kasih Karunia) yang menyelamatkan orang jahat seperti saya. Saya pernah terhilang, namun kini ditemukan. Buta, namun kini melihat.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Barangkali lewat lagu ini mereka ingin mengungkapkan kesadaran akan kelamnya perjalanan hidup, sekaligus cerahnya kasih dan pengampunan Tuhan. Di hadapan hukum mereka dinyatakan bersalah. Eksekusi mati adalah ganjaran yang bagi sebagian orang dianggap adil atas kesalahan tersebut. Hanya di hadapan Tuhan, mereka dapat memohon bukan keadilan, tetapi pengampuan-Nya. Barangkali itulah alasan mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace : ketika pengampunan itu tak mereka dapatkan dari manusia, satu-satunya harapan mereka adalah Sang Pencipta Kehidupan.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Barangkali mereka sedang merayakan pengampunan Tuhan, Sang Pencipta kehidupan, di tengah hukuman mati yang diputuskan oleh sesama manusia.

Para terpidana mati itu bukanlah pahlawan. Mereka telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Mereka telah ikut berkontribusi merusak kehidupan orang-orang lain. Mereka adalah penjahat. Sama seperti penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.Seorang penjahat yang menyadari kesalahannya menegur rekannya,” Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Kemudian, ia menatap Yesus dan memohon, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Kepada penjahat yang mengakui kesalahannya ini, Yesus menjawab,” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Amazing grace. How sweet the sounds.

*) Wahyu ‘wepe’ Pramudya adalah pendeta GKI Ngagel Surabaya. Proyek pelayanan terakhirnya adalah Renungan

ARTIKEL TERKAIT
Mengapa Mereka Benyanyi Dihadapan Eksekusi Mati?


Harmoni untuk-Mu

April 28, 2015

Aku benci menjadi lemah! Aku benci menjadi lemah! Diam tak berdaya..mengharapkan bantuan orang lain bahkan utk memakai bajuku sendiri. Tangan kiriku blm dpt dipakai sejak kecelakaan itu. Orang di dekatku bahkan tidak mengijinkanku kembali naik motor sekalipun itu hanya sekedar membonceng. Kurang apa lagi…ini aja aku sdh di rmh nonstop, tak melihat dunia luar.  Untung aja adikku yg satu ini memberi diri dtg menjemputku, mengajak keliling kota, main, ngobrol sana sini sampe mlm atau bahkan sekedar dinner or lunch…naik motor tentu ya..dengan sapuan angin segar di mukaku.

image

Ya, aku rindu bs beraktifitas spt dulu. Bepergian naik motor dr pagi sampe mlm, kulakan barang toko, ngangkat2 barang, memberi kejutan kpd yg ku sayang, datengin rumahnya, and give another surprise utknya… Sekalipun hampir semuanya sekarang msh bs dilakukan dgn bantuan org di sekitarku… namun 1 yg tdk bs mrk lakukan utkku.. memetik gitar di dlm sebuah harmoni pengagunggan utk-Mu, Kekasihku. Mrk tdk bs memetiknya spt aku memetiknya utkMu dgn segenap hati dan kekuatanku…sekalipun jariku hrs lecet krn itu, gpp. Aku ingin sekali melakukannya lagi….ingin sekali, Dei.

Kembalikan tangan kiriku! Kembalikan tulangnya, rekatkan lagi! Pulihkan kekuatan otot tanganku! Lancarkan aliran darahnya! Persendian ini..belokkan spy aku dpt pegang kembali gitar itu! Aku ambil stok tangan kiriku di gudang-Mu!! Kutukarkan dgn yg ada skr. Bukankah bilur-Mu sdh menanggungnya? Dgn menitikkan air mata aku meminta, Dei..karena Kau sayang samaku. Maka aku menerimanya.

Karena kuingin memetiknya lg…utk-Mu, Kekasihku.

image


Kasih Percaya Segala Sesuatu

April 27, 2015

1 Korintus 13:7  Ia (Yesus/kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ams 31:10-31. Sebuah tulisan Salomo ttg seorang isteri yg cakap. Para wanita ingin bisa seperti itu. Para suami pun berharap punya isteri yg seperti ini. Anak2 gadis belajar smua keterampilan spy bs mjd seperti itu… ya ini ttg isteri yg cakap ktnya.

Di alkitab, perempuan selalu bicara ttg gereja. Isteri adl kamu, dan suami adl Sang Mempelai Laki-laki, Yesus Ayat ini bicara ttg hubungan Yesus dan jemaat. Jemaat Tuhan bs mjd spt yg tertulis di Ams 31 ini. Para isteri pun bisa. Gmn caranya? Perhatikan di :

Ams 31:11  Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Ini satu-satunya ayat di tengah Ams 31 di mana Sang Suami melakukan sesuatu thd sang isteri. Kuncinya ada di situ. Yesus mempercayaimu, mempercayai jemaatNya. Di dlm cinta yg besar ada kepercayaan yg besar. Yesus sgt mncintaimu, Dia naik ke kayu salib itu utkmu. Dia sgt mempercayaimu dlm mjd mempelai wanitanya.

Terimalah kenyataan itu. You’re loved!! You can be trusted!! Otomatis…seorang mempelai wanita/grj akan berbuat yg terbaik utk rumah tangganya saat dia sadar dirinya dicintai/dipercaya oleh suaminya. Gereja Tuhan, sadarlah, ijinkan dirimu dicintai, dipercaya oleh Kekasihmu. Sedikitpun Dia tdk menuntutmu….Dia memberimu cinta, kepercayaan. Maksimalkan itu.


Another Hallo

April 7, 2015

Hallo….!!
Gairahku untuk menulis hilang lenyap selama bbrp tahun terakhir ini. Ya, itu adl masa2 yg kurang enak utkku scr pribadi. Kurang mood utk menulis, bisa jadi. Kurang wkt yg cukup utk mengetik, bisa juga. Tidak punya kesempatan yg cukup utk merenung, mungkin saja. Sebenarnya ada banyak kisah antara aku, diriku, kamu, mereka, dan Allahku yg panjang sekali utk diceritakan di blog ini. Nanti klo ada kesempatan, kucoba utk review ulang di tulisanku berikutnya.

Yang pasti skr adl, I’m back..here. Seseorang dlm hidupku tanpa sadar membangkitkan kembali bbrp passion yg sdh lama terkubur. Passion utk hidup bebas, passion utk berekspresi apa adanya just like the real me, passion utk melayani banyak orang, passion dlm hal seni yg tidak banyak ini krn aku cm punya sedikiiit sense of art . No matter what…passion utk menulis pun muncul kembali. Thank you, bocah… I’ll write about you someday in a special case. Hehe…

Sekali lg… Hallo, blog..I’m back.


KETEPATAN untuk NAIK dan bukan TURUN

July 23, 2011

Seorang rekan pernah bilang, ‘Enak ya klo sudah jadi pimpinan.’ Hampir setiap orang di antara kita pun ingin naik ke level yang lebih tinggi, misalnya dalam hal kerjaan, dalam hal pendapatan, dalam hal tanggung jawab di keluarga maupun di pelayanan, dll. Apakah itu salah? Tentu tidak. Bahkan Tuhan bilang klo setiap kita yang di dalam Tuhan akan terus naik dan tidak menjadi turun. Hanya saja kita perlu hati-hati karena semakin naik kita, maka ‘angin badai’ pun semakin kuat untuk membawa kita jatuh atau turun. Kita perlu benar-benar hati-hati dan waspada sehingga tidak menjadi turun atau jatuh.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

(Ulangan 28:13)

 

Tentunya, saat orang mau naik ke level selanjutnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya lulus ujian tertentu, dan jika gagal di salah satu syarat itu ya bakalan susah banget buat naik level.  Misalnya, klo njawab ujian tidak tepat, berarti salah kan jawabannya. Hal itu bisa bikin nilai ujian jadi merah terus gak naik kelas. Ini berarti sebuah ‘ketepatan’ akan membuat Anda bisa naik ke tempat yg Anda inginkan, dan sebuah ketidaktepatan bakal bikin Anda gagal.

Ada hal menarik yang saya barusan mengerti tentang sebuah ketepatan/ketidaktepatan dalam membuat kita naik di dalam Tuhan, dan saya ingin membagikannya di sini.

Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

(2Taw 26:4)

Namun yang dimaksudkan ‘tepat seperti  yang dilakukan Amazia, ayahnya’, itu justru tidak tepat karena Amazia, ayah Uzia, hanya melakukan apa yang benar di mata Tuhan tetapi tidak dengan segenap hati. 2 Taw 25:2

Hari-hari ini Tuhan mau untuk kita belajar bukan hanya melakukan apa yang benar namun disertai dengan ketepatan. Banyak anak Tuhan menunda melakukan apa yang Tuhan perintahkan, sehingga semua yang dilakukannya itu tidak berdampak dan menunjukkan hasil yang kuat. Dalam rangka kita naik dan tidak turun, melakukan yang benar sekalipun jika tanpa di dalam ketepatan adalah sia-sia. Misalnya, kita menunda untuk berangkat ke sekolah, tentu akibatnya masih tidak fatal. Tetapi kalau harus mengoperasi jantung dan itu ditunda maka akibatnya akan fatal dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa seseorang. Jika Anda masih sekolah kedokteran bedah, saudara berangkat sekolah telat 10 menit itu tidak masalah. Namun, begitu Anda sudah menjadi dokter jantung, Anda diberitahu pasien sudah gawat darurat dan harus dioperasi, lalu Anda terlambat berangkat, janji operasi jam 9 dan sudah disiapkan, Anda baru berangkat jam setengah Sembilan karena menunda dan belum lagi terkena macet sehingga baru tiba 2 jam kemudian, bisa-bisa pasien sudah meninggal duluan sebelum Anda tiba di ruang operasi. Apa yang dilakukan sama-sama menunda, tetapi waktu Anda sekolah kedokteran, itu tidak menjadi masalah, tetapi ketika Anda sudah menjadi dokter, itu bisa jadi masalah. Ketepatan (missal: ketepatan waktu, ketepatan bertindak, dll) sangat diperlukan jika Anda ingin naik di dalam Tuhan. Saya harap Anda mengerti dalam hal ini.

Begitu juga dalam hal belajar menembak. Kita sama-sama memegang senapan. Pada waktu Anda belajar menembak, tidak menjadi masalah jika tembakannya tidak kena sasaran karena pasti hanya akan kena pohon di dekatnya. Tetapi pada saat Anda masuk dalam peperangan yang sesungguhnya, ketika Anda menghadapi musuh yang ada di depan Anda dan menembakkan peluru kepadanya tetapi malah menyimpang dan mengenai teman Anda, maka musuh dapat dengan mudahnya menembak mati Anda. Ada 1 titik di mana ketidaktepatan akan berakibat fatal. Dan saat ini adalah masa di mana Anda harus belajar dalam ketepatan.

Daud menjadi berhasil dalam peperangan, dalam memimpin Israel sebagai raja karena dia tau apa namanya ketepatan. Dalam setiap kesempatan perang, dia selalu tanya dulu ke Tuhan utk siasat apa sebaiknya yang digunakan dalam perang itu. Apakah Tuhan menyertai untuk memberikan kemenangan. Daud, seorang yang takut akan Tuhan, seorang yang diurapi, menjadi berhasil karena Daud menggabungkan pengurapan, penyertaan Tuhan, keahlian berperang, kecakapan seorang raja, dan ketepatan dalam bertindak. Daud menggabungkan semuanya dengan sangat baik.

Ada beberapa orang masih terus santai dan mereka berpikir mereka bisa bermain-main dalam ketidak-tepatan dan ketidak-tahuan. Akan ada satu titik di mana sudah tidak ada lagi kesempatan kedua untuk mengulang semua itu.

Saya berdoa, setiap kita menjadi orang-orang yang menghargai sebuah ketepatan (tepat waktu, tepat sasaran, tepat strategi berperang/bekerja/pelayanan, tepat dlm banyak hal) sehingga dapat dengan mudah Tuhan membawa kita naik ke level berikutnya. Naik dalam pelayanan, dalam pendapatan, dalam pekerjaan, dalam pengurapan, dalam segala sesuatunya karena itu adalah destiny kita…tetap naik dan tidak menjadi turun.

 

Ordinary to be extraordinary – by His Grace

Glory to God


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.