Nikahan Cie Yuli @ Jakarta

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu 10 Januari 2009, aku datang ke Jakarta khusus untuk menghadiri acara nikahan saudara sepupuku, Cie Yuli. Dia anak ke-3 dari kakak perempuan mama. Papanya sudah meninggal sejak dia masih kecil dan sejak itu dia diasuh jg oleh kakak tertua mama sebagai ayah asuhnya. Aku bener-bener ikut senang dengan pernikahan Cie Yuli kali ini. Benar-benar berbeda dari acara nikahan sodara-sodaraku yang lain. Sangat berkesan, luar biasa, menakjubkan, dan terberkati sekali.

Let me tell u the story…

Sejak pagi jam 3, make up keluarga besar mulai dilakukan. Aku sendiri baru datang ke hotel tempat make up jam setengah 7 pagi.🙂 agak malas2an karena masih ngantuk. Rombongan dari Cilacap pun agak ogah-ogahan untuk make up karena ada jg sedikit keinginan dalam hati untuk jalan-jalan, berbelanja dll di Mangga Dua (namanya juga orang dari kota kecil pergi ke kota besar, pasti pengen jalan-jalan dan belanja juga dong). Hehe…;)waktu hal ini diberitahukan ke keluarga Cie Yuli, mereka kesal. Kesal karena kalau rombongan Cilacap berbelanja dll, itu artinya mereka ga akan sempat lg make up dan melakukan persiapan untuk acara pesta maupun pemberkatan. Make up kali ini telah memanggil beberapa kapster (juru rias/make up di salon) untuk mengurus keperluan kami semua.

Jam 10, gladi bersih acara pemberkatan nikah dilakukan. Hamba Tuhan yang memberkati adalah Ps. Jose Carol dari JPCC. Sebelumnya mereka (mempelai berdua) telah mengikuti persiapan Pra Nikah selama 9 pertemuan dan bersedia dimentor/dibimbing oleh sepasang suami isteri yang lebih ‘senior’ di dalam Tuhan. Di tempat inilah aku bener-bener terberkati.🙂  Sejak awal ibadah, Tuhan hadir dengan luar biasa. Memuaskan setiap jemaat maupun mempelai yang ada di ruangan tersebut. Firman diberitakan dengan begitu hidup. Setiap kata dan kalimat yang diucapkan…terngiang terus oleh keluarga besar kami. Jarang sekali hal itu terjadi. Biasanya kalo ada acara ibadah di keluarga besar kami, itu dilakukan karena rutinitas. Firman Tuhan agak ‘dicuekin’ (meskipun aku tau setiap firman yg ditabur tidak akan kembali dengan sia-sia). Tapi kali ini benar-benar berbeda. Dari beberapa orang anggota keluarga besar kami, masih mengingat firman itu dengan baik bahkan sampai acara resepsi di malam hari.🙂  Aku percaya tidak hanya sampai situ aja..tapi sampai firman itu bekerja nyata dalam kehidupan setiap orang yang mendengarnya. Aku terberkati sekali ketika janji nikah diucapkan. Tidak dengan cara yang biasa. Tidak dengan hafalan. Namun dengan kata-kata sendiri yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam dari setiap mempelai. Aku melihat kesungguhan hati mereka saat mereka mengucapkannya. Aku melihat Tuhan bekerja dalam hati setiap orang yang hadir… Dia hadir di ruangan tersebut.. wow..amazing.. :)Ketika prosesi pemberkatan berlangsung, 1 hal aku tau pasti…Cie Yuli dan suaminya sudah diselamatkan, Tuhan berkenan dalam pernikahan mereka. Awesome…🙂

cie yuli & suami...bbrp menit menjelang resepsi malam

cie yuli & suami...bbrp menit menjelang resepsi malam

Jam 18.30 kami semua sudah siap di ruangan resepsi untuk acara malam. Resepsi kali ini cukup berbeda dari beberapa resepsi pernikahan yang pernah saya hadiri. Ada undangan khusus buat tiap-tiap orang yang harus dibawa karena jika tidak dibawa, orang tersebut tidak berhak memasuki ruangan. Meja dan kursi dipersiapkan sesuai dgn jumlah undangan yang ada, karena itu kami harus konfirmasi ke pihak penyelenggara pesta terlebih dulu mengenai jadi atau tidaknya kehadiran kami. Nama-nama kami dicatat. Bagi yang tidak tercatat, tidak boleh ikut pesta. Semua yang hadir berpakaian pesta, megah, anggun, rapi, dan luar biasa. Tidak ada yang datang ke pesta dengan tidak berpakaian pesta. Memang benar, akan malu luar biasa jika kami tidak mempersiapkan diri untuk datang pesta dgn baik. Akan sangat malu jika tadi siang rombongan Cilacap jadi pergi jalan-jalan (untunglah ga jadi jalan-jalan ke Mangga Dua, jadi sempet make up dll). Di sini, aku diajar banyak. Aku diingatkan Tuhan tentang perumpamaan perjamuan kawin (Mat 22:1-14)

Mat 22:2 “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. (3) Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. (4) Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. (5) Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, (6) dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. (7) Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. (8 ) Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. (9) Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. (10) Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. (11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. (12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. (13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. (14) Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Ada banyak orang yang diundang ke perjamuan pernikahan Cie Yuli waktu itu…ada banyak sekali. Namun hanya sedikit yang berhasil masuk ke ruang pesta..kenapa? karena ada kriteria untuk masuk ke ruang pesta. Nama kita harus tercantum dalam daftar tamu yg benar-benar konfirm mau datang, membawa kartu undangan khusus, dll. Banyak yang dipanggil, namun sedikit yang dipilih. Ketika aku ada di perjamuan kawin, aku harus konfirmasi terlebih dulu, mempersiapkan diri, datang dengan pakaian pesta, jangan sampai penyelenggara pesta marah dan mengusirku. Tuhan itulah penyelenggara pesta. Nama kita telah tercatat dalam kitab kehidupan-Nya sejak kita terima dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi. Dia berkenan datang dalam hidup kita dan mengundang setiap kita masuk ke ruang pesta-Nya. Dia mau memberkati kita berlimpah-limpah. Namun seringkali, kita meremehkan Tuhan. Datang seenaknya ke pesta-Nya. Sama seperti keluarga saudaraku marah ketika rombongan Cilacap berencana datang seenaknya (ga prepare / make up dgn baik krn berencana mau jalan-jalan dulu). Ketika kita datang menghadap hadirat Tuhan, baik itu di kamar doa kita pribadi, waktu ibadah di gereja, waktu perayaan apapun itu…persiapkanlah semuanya dengan baik. Sambutlah Sang Raja benar-benar sebagai Raja yang datang ke rakyatnya. Dia Raja. Dia Allah. Dia lah Sang Penyelenggara Pesta. Persiapkan diri kita dengan baik.

Aku bilang sama Tuhan, ampuni aku Tuhan ketika aku datang ke gereja dan terlambat. Ampuni aku Tuhan ketika aku tidak mempersiapkan carecell dgn baik. Ampuni aku karena aku tidak memberi yang terbaik buat Tuhan dalam segala aspek hidupku. Ampuni aku akan setiap kelalaian dan kesalahanku. Mulai hari ini, aku akan belajar, aku mau berubah, aku mau mempersiapkan semuanya dengan baik…agar Tuhan sebagai Pemimpin pesta senang…menyenangkan-Mu itulah kerinduanku.

 

Buat Cie Yuli dan keluarga, aku ucapkan selamat menempuh hidup baru bersama dengan Tuhan dan keluarga. Aku terberkati sekali kemarin, dan aku berdoa hidup kalian benar-benar menjadi berkat di mana pun kalian ditempatkan. Aku berdoa, keluarga inti dan keluarga besar kalian pun diselamatkan, mengenal Allah dengan benar. Aku berdoa kasih Ilahi itulah yang terus menyatukan kalian, membuat kalian berjalan dalam kehendak Allah, terus takut akan Dia, mengenal Allah dengan benar, dan mencapai garis akhir.🙂

God bless you.

7 Responses to Nikahan Cie Yuli @ Jakarta

  1. criz says:

    jose carol emg hamba TUHAN yang luar biasa. pgn suatu hari bs pergi ke gerejanya (JPCC). dia jg yg jd produser TW. keren lah…

  2. siskawidjaya says:

    yup…emang luar biasa🙂 keren jg…hehe…msh muda sekali klo kuliat dari penampilannya. ga nyangka dia dah merit sejak thn 98😀 hehe… emang klo di dlm Tuhan, anak-anak-Nya jadi ganteng2 dan cantik2. oww…produser TW ya?

  3. David says:

    thnk kak,, tulisan kk menegur org yg mebaca spy btobat (baca: David) hehehehehe… Care-puter ato kom-four niy?? hehehe..

  4. David says:

    Cieeee kakak…
    Yang udah punya T…..
    Trus nulis tentang p……..
    Kayanya bentar lagi mau m……. nie yeeee
    hehehe

  5. siskawidjaya says:

    haha…kamu ini ya…dasarrr..orang serius malah dibuat main2.hm..krn itu kali ya kamu jd tertegur😛
    Care-cell dek😛

  6. David says:

    ini kan bumbunya kak… klo sambel rasanya kaya nasi mana enak nasi goreng? kalo smuanya serius mah jd ga enak.. aku comment bgn bumbu2nya aja deh kak.. hehehe

  7. siskawidjaya says:

    😀 haha…maksudmu mau traktir nasi goreng krn dah jadi S.T ya skr?😛 jangan nasi goreng dek, yang lain aja…tp bumbunya yang banyak😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: