I Exercise Myself

Melatih Diri untuk Berkenan

Kis 24:10-16

Seringkali kita melakukan sesuatu namun tidak mendapat penghargaan sebagaimana mestinya, kemudian kita kecewa. Atau kita mempercayakan sesuatu kepada orang lain, namun ternyata pada akhirnya orang itu mengecewakan kita. Atau mungkin suatu ketika kita ditempatkan pada posisi yang tidak adil menurut kita sehingga hati ini pengen berontak, menyerang balik, atau menjadi apatis.

 

Firman Tuhan bilang:

 

Kis 24:16  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Act 24:16  (KJV) And herein do I exercise myself, to have always a conscience void of offence toward God, and toward men.

Aku melatih diriku sendiri supaya tidak punya nurani yang berontak/kecewa dgn Allah dan manusia

 

Kita tidak mungkin tidak kecewa dengan Allah pada saat kita kecewa dengan manusia. Sadar maupun tidak sadar, ketika kita kecewa dengan manusia, jauh di dalam hati kita, sebenarnya kita sedang kecewa dengan Allah. Untuk membuat nurani kita tidak kecewa dgn Allah dan manusia, kita harus melatih diri kita sendiri untuk sembuh

Kata Melatih (bhs Yunani) ini hanya disebutkan 1x dalam Alkitab yang artinya = menderita kesakitan, keterampilan dalam hal kesembuhan di bidang obat-obatan.

 

Di ayat 10-15, Paulus mengalami peristiwa yang tidak adil dalam hidupnya. Dia tidak melakukan sesuatu yang jahat yang menyebabkan dia harus ditangkap dan dihakimi. Ada pilihan bagi Paulus untuk kecewa/sakit/berontak, namun Paulus mengambil kekecewaan/kesakitan itu dan mengambil ‘obat’ untuk mengobati diri sendiri spy dirinya sembuh.

Tidak mungkin ada dosa terhadap sesama sebelum ada dosa terhadap Tuhan. Pada dasarnya orang yang kecewa dengan manusia itu lebih dulu/akarnya adalah kekecewaan dgn Allah. Latihlah dirimu sendiri untuk ‘mengobati diri sendiri’, tinggal di bawah sayap kesembuhan dari Allah. Jangan andalkan orang lain untuk ‘memulihkan’mu, tapi latihlah dirimu sendiri untuk memulihkan diri sendiri…sehingga hati nuranimu tetep murni di hadapan Allah.

 

Untuk menyembuhkan diri sendiri, ada bbrp prinsip:

 

Prinsip 1.

Luk 12:6  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, (7)  bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

 

Tuhan tau dengan persis setiap detail bagian dari hidupmu. Semua yang terjadi ada di dalam ‘rancangan-Nya’. Tuhan tidak pernah lepas kontrol dlm kehidupanmu. Klo rambut di kepalamu aja bisa Dia hitung, apalagi semua kebutuhanmu…Dia tau semuanya dan Dia memenuhi semuanya..sejak kamu lahir.

Rata2 kebutuhan kita dipenuhi oleh karena inisiatif orangtua kita daripada oleh karena inisiatif kita untuk meminta kebutuhan kita kepada orang tua kita. Orang tua memikirkan apa yang hrs diberikan kpd anak. Mis: lahir di mana, kasi makan apa, disekolahin…dst..itu bukan inisiatif anak, tp inisiatif orang tua krn orang tua tau yang terbaik buat anaknya, meskipun kadang nampaknya hal tersebut sama sekali tidak mengenakkan bagi si anak. Tidak mengenakkan bagi anak untuk mulai sekolah, makan makanan tertentu yang tidak disukai namun bergizi… rata2 demikian. Dia jauh lbh banyak memberi kepada anak-Nya daripada apa yang pernah kita sangka.

 

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Tidak perlu kamu kecewa, tidak perlu kamu kuatir, karena Bapa memperhatikan segala aspek dalam kehidupanmu, bahkan rambut di kepalamu pun sanggup Ia hitung. Sadarilah benar-benar, tanamkan di dalam hatimu, bahwa apapun yg sudah Bapa kerjakan dalam hidup kita, apapun yg Dia ijinkan terjadi, pada akhirnya akan mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia

 

Prinsip 2.

1Pe 5:7-8  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

(terjemahan the living bible) Biarkan Tuhan yg memiliki segala kekuatiranmu krn Ia selalu memikirkanmu, memperhatikan segala sesuatu yg menjadi pergumulan hati kita.

Percayalah klo Tuhan itu baik. Klo km percaya bahwa Dia itu baik, km ga akan ditelan oleh iblis.

 

2 Tim 2:13  jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

(Amp. ver.) Bahkan jika kita terlalu lemah sehingga kita ga punya lagi sisa iman, Ia tetep setia kepada kita dan akan menolong kita. Dia tidak bisa membuang kita yang menjadi bagian dari diri-Nya sendiri, dan Dia selalu akan memberikan semua janji2-Nya kepada kita

 

Bahkan pada saat kamu ga punya lagi sisa iman untuk percaya…percayalah klo Tuhan itu baik.

 

Heb 13:5  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

(Amp) Aku tidak akan dengan cara bagaimanapun juga membuatmu gagal, tidak menyerah dgnmu, tidak meninggalkanmu tanpa dukungan, Aku tidak akan (3x) dalam level apapun meninggalkanmu tanpa pertolongan, menyingkirkanmu, membiarkanmu tergeletak/jatuh, melepaskan genggaman-Ku atasmu..pasti tidak!!

 

Tuhan baik atas hidup kita, Dia sangat amat teramat baik. Bahkan 3x disebut ‘Aku tidak akan’…itu artinya Dia benar-benar berjanji dan pasti menepatinya kalau Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri, tidak akan meninggalkan kita tanpa pertolongan……pasti tidak!!

God is good all the time!!

 

Prinsip 3

1 Kor 15:30-32 Dan kami juga–mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?

Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut (aku mati tiap hari-versi Inggris). Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.

 

Rom 8:35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

 

Kita tidak lagi hidup oleh diri kita sendiri. Kita mati tiap hari, dan biarkan kehidupan Kristus lah yang hidup dalam kita. Kalau kita bilang kita kecewa, marah, berontak, kuatir dll…itu sebenarnya kita sedang tidak mati atas hidup kita sendiri. Kalau kehidupan Kristus lah yang benar-benar hidup dalam hidup kita,maka kita akan bisa bilang: What would Jesus do in this situation? Akankah Dia kecewa jk Dia ada di dlm situasi yang aku alami? Kalau mau kecewa, bisa saja Tuhan Yesus kecewa ketika Ia disangkal oleh Petrus, dikhianati oleh Yudas, namun Ia memilih untuk tidak menjadi kecewa. Kalau mau berontak, sebenarnya Yesus bisa saja berontak ketika diperlakukan tidak adil di dpn mahkamah agama, tapi Yesus memilih untuk tidak berontak.

 

Apa yang kita alami msh blm seberapa jk dibanding dengan yang Yesus alami. Jadi, tenangkan dirimu, latih dirimu, obati dirimu sendiri, kamu punya Tuhan yang lebih besar daripada masalahmu. Dia baik atas hidupmu!

 

God is good all the time!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: