Stress

Pernah dengar kata stress? sangat sering kurasa. Dari pengamatanku selama ini, hari lepas hari semakin banyak orang menjadi stress di dunia ini. Baik itu stress level ringan maupun kelas berat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya psikiater, semakin banyaknya rumah sakit jiwa, semakin banyak rumah pemulihan bagi orang-orang yang mengalami ‘gangguan jiwa’.

Manusia terdiri dari 3 bagian, tubuh, jiwa, dan roh. Jika bagian ‘tubuh’ ini mengalami gangguan fungsi maka kita sebut ‘sakit’. Jika jiwa ini mengalami gangguan maka secara singkat kita sebut orang tersebut sedang ‘mengalami tekanan/gangguan jiwa’, sedangkan jika roh ini mengalami gangguan, sering kita sebut ‘kerasukan’. Nah, stress merupakan salah satu manifestasi dari ‘gangguan jiwa’. Seseorang bisa menjadi stress karena adanya tekanan pada pikirannya, perasaannya, dan kehendaknya. Tekanan ini bisa tekanan yang ringan maupun berat. Pada tekanan ringan, manifestasi stress dapat berupa sakit kepala, ga bisa tidur, makan banyak, ‘uring-uringan’, suka melamun, dll. Ada masa di mana tekanan yang dihadapi semakin menumpuk dan menumpuk tanpa ada penyelesaiannya sehingga menimbulkan manifestasi yang semakin parah, misalnya: meningkatnya asam lambung secara berlebihan sehingga menyebabkan sakit maag, atau bahkan sakit GERD (Gastro Esophangeal Reflux Disease) di mana asam lambung masuk ke saluran pencernaan lain selain lambung dan menyebabkan sensasi rasa terbakar di saluran pencernaan (biasanya kerongkongan), mual, muntah, pusing, sakit perut, dll, sampai pada akhirnya orang-orang yang mengalami stress berat harus makan obat penenang untuk mengendurkan saraf2-nya yang sangat tegang. Hal lain yang sering terjadi adalah orang tersebut menjadi sulit tidur, emosi meningkat, suka marah, dan lama kelamaan tindakan dan ucapannya menjadi tak terkontrol. Hal ini terjadi karena pada saat orang kurang tidur, proses oksigenasi di otak terhambat sehingga proses tubuh yang lain pun menjadi terhambat dan menyebabkan emosi menjadi labil.

Mengapa seseorang bisa sampai mengalami stress? Secara singkat dapat dikatakan orang stress adalah orang yang egois. Dia menjadi sangat egois, semua hal yang terjadi dalam kehidupannya dipikirkannya, dan dimasukkannya ke dalam hati. Orang stress akan berkata..mengapa semua hal ini terjadi pada diriku? Bagaimana dengan masa depanku? Apa yang akan dikatakan bosku tentang aku? Orang-orang tidak merasakan sih apa yang kurasakan. Siapa sih sebenernya yang salah? Semua gara-gara aku. dst dst… Pada intinya…semua tentang aku.

Friends, kalau saja hidup ini semua tentang aku, maka seluruh orang di muka bumi ini akan menjadi orang2 stres yang pada akhirnya setiap orang akan memerlukan psikiater pribadi. Aku ingin katakan kepadamu, hidup ini bukan tentang aku! Hidup ini pun juga bukan tentang kamu! Tapi hidup ini adalah tentang Tuhan. Segala sesuatu diciptakan untuk kemuliaan Tuhan pada akhirnya…mendatangkan kebaikan. Mulailah ubah pola pikirmu jika kamu tidak ingin menjadi orang stress🙂 Mulailah berpikir bahwa semua ini adl tentang Tuhan..Tuhan..dan tentang Tuhan saja. Nah, kemudian..bagaimana dgn diriku? firtu bilang di Gal 2:19b-20..Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Aku memang hidup, namun bukan lagi aku sendiri yang hidup. Dia hidup di dalam aku..nah jika Kristus hidup di dlm aku, apakah aku berhak untuk kecewa, marah, sedih, kepahitan, stress?? Tidak!! kamu tidak berhak sama sekali memperlakukan hidupmu dengan buruk. Hidupmu bukanlah milikmu lagi, karena kamu telah disalibkan dengan Kristus. Kamu telah ‘mati’. Orang mati tidak mengalami kesedihan, orang mati tidak mengalami kekecewaan, orang mati tidak kuatir tentang hidupnya. Kamu hidup untuk Allah, dan ingat…Dia hidup di dalammu, kamu tidak berhak apapun atas tubuhmu sendiri. Ijinkan Allah menguasai hidupmu sepenuhnya jika memang kamu benar-benar telah disalibkan dengan Kristus. Apa akibatnya? kamu tidak lagi stress karena yang kamu pikirkan adalah selalu tentang Allah, tentang bagaimana hidupmu pada akhirnya memuliakan nama-nya. kamu tidak lg kuatir & memikirkan tentang hidupmu…karena hidupmu dijamin aman oleh Allahmu.

4 Responses to Stress

  1. yohanes says:

    wah, cc sehati dengan risen nih..😀 kayaknya kemarin status fesbuknya risen juga intinya ini, hehe..

    atau lagi ada issue yang menjadi concern bersama? hehehe

    * entah kenapa, feeling ku mengatakan klo kemungkinan kedua yang bener :p

  2. siskawidjaya says:

    waaahhh…cc dah lama ga ngobrol2 sih ama risen.,ada apa di fesbuknya ya? klo yg cc tulis itu sebenernya emang itu topik hangat yg terjadi di keluarga cc, tp ayatnya yg Gal 2:20 itu merhema sejak bertahun2 yg lalu terus tiba2 jadi merhema lg dlm 4 hari ini.

    jd sptnya…ga berhubungan dgn issue apapun deh😛 cm kita semua kan punya RK yang sama yang sama2 berbicara utk tiap case yg kita hadapi…jd ya ga kebetulan jg klo intinya sama😛

  3. yohanes says:

    hoho.. klo memang dalam satu pelayanan mendapatkan hal yang sama (even awalnya untuk pribadi), ada baiknya untuk dicek😀

    coba dikonsultasikan dengan roy, mungkin, hehe.. ato sekarang udah kembali ke ricky?

  4. siskawidjaya says:

    skr masih ke roy dek.
    ok, thx sarannya, ntar cc coba coba uji, doakan dan cek ke yang lain jg.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: