Tongkat dan Pedang

Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsuiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.” Luk 9:49-50

Ada 1 jenis peperangan yang terbukti amat menghabiskan tenaga, namun tak berguna barang sedikit pun. Peperangan yang dimaksudkan adalah ‘peperangan di antara orang percaya, bahkan hamba Tuhan’.

Sekalipun demikikian, tidak sedikit di antara anak-anak Tuhan yang tak mengenal jera. Ego mereka lebih besar dibanding kesadaran rohaninya. Sakit hatinya lebih kuat dibanding pengampunannya. Kepicikan seringkali begitu mendominasi hidup sehingga menyingkirkan kelapangan dada.

Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk saling berkompetisi. Tuhan tidak pernah memilih siapa yang paling hebat di antara anak-anakn-Nya. kita tidak pernah dipanggil untuk menjadi lebih baik daripada orang lain. Kita dipanggil untuk menggenapkan rencana-Nya atas kehidupan kita masing-masing. Apa yang paling bijak apabila kita tengah diseret dalam kancah peperangan seperti itu?

Jawabnya adl: jangan berperang dengan menggunakan senjata yang sama dengan yang dipakai oleh siapapun yang menyerang kita. Bila kebencian datang menyerbu, hadapilah dengan kasih. Jika gosip dan fitnah yang datang, hadapi dengan kebenaran. Bila kekerasan menghadang, hadapi dengan kelembutan. Bila sakit hati menikam, hadapi dengan pengampunan. Bila amarah yang muncul, hadapi dengan dengan kelembutan dan kesabaran. Jangan berperang dengan senjata yang sama dengan yg mereka pakai. Mengapa?

Sebab bagaimanapun juga mereka adalah anak-anak Kerajaan juga. Biarkan Bapa yang mendidik dan mendisiplin serta menjatuhkan hukumannya dan bukan kita. Sesuatu sekecil apa pun yang terjadi atas hidup mereka, jika itu sesuatu yang buruk, tentunya merugikan semua kita. Namun kalau datangnya dari Bapa, Ia juga yang akan menatang anak-anak-Nya sehingga semuanya membawa kebaikan dan kemuliaan Nama-Nya.

Kepada kita, Tuhan memberi kita 2 jenis senjata di tangan kita. Tongkat dan pedang. Tongkat di tangan kanan, pedang di tangan kiri. Mengapa tongkat di tangan kanan? Tongkat itu adalah Penolong dan Petunjuk jalan kita. Itu adalah Roh Kudus sendiri. Ia akan menuntun kita ke dalam segala kebenaran. Dalam segala perkara, kita harus minta tuntunan Roh Kudus. Itulah sebabnya tongkat harus di tangan kanan. Dengan pertolongan tongkat ini kita bisa menghentikan semua serangan yang ditujukan kepada kita. Dengan pedang di sebelah kiri kita, kita bisa mematikan dan menghidupkan. Pedang itu adalah Firman. Kalau Firman di tangan kanan, maka kita akan memarang setiap orang dengan Firman itu. Akibatnya akan timbul pertengkaran.

Tongkat biasa dipegang oleh gembala. Ketika pertengkaran timbul di antara kawanan domba, gembala turun tangan dengan menggunakan tongkat. Arahan dan bimbingan diberikan kepada domba-dombanya. Jika Anda dan saya adalah gembala, dan Tuhan memberi kita tongkat, ‘Roh Kudus-Nya yang lemah lembut’, maka hendaklah kita selalu bertanya pada Roh Kudus apa yang harus kita lakukan saat menghadapi orang-orang yang saat itu sedang berkonflik dengan kita.

Kapan pedang digunakan? Pedang yang adalah Firman Tuhan yang lebih tajam dari pedang manapun digunakan saat keadaan sudah sangat sengit dan tidak terkontrol lagi. Gunakan pedang, bukan untuk melukai atau pun membunuh anak-anak Tuhan yang sedang berkonfrontasi dengan kita. Tapi gunakan itu untuk menghancurkan si jahat yang sedang berusaha mengontrol anak-anak Tuhan ini.

Aku pribadi bukanlah orang yang suka menghadapi konflik. Ketika konflik timbul, aku lebih suka menghindar atau cari aman. Tapi tetap saja, itu bukanlah jalan keluar yang terbaik. Ketika sebuah konflik dibiarkan terus menerus, ‘luka’ akibat konflik ini tidak hanya melukai jiwa, tapi juga berpengaruh sampai tubuhku. Jika ada rasa tidak enak/sakit di tubuhku, aku tau aku sedang tidak hidup dalam tuntutan kasih, dan itu harus diselesaikan dengan segera. Aku tau benar, aku perlu kasih karunia untuk dapat menyelesaikan konflik yang ada dengan baik, dengan menggunakan tongkat dan pedang, pada saat yang tepat.

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…”

source: Hidup Bergaul Karib dgn Tuhan bag. 2

bergaul-karib-dgn-tuhan-bag-2

8 Responses to Tongkat dan Pedang

  1. yohanes says:

    Nice.

    Btw, statement “Kepada kita, Tuhan memberi kita 2 jenis senjata di tangan kita. Tongkat dan pedang. Tongkat di tangan kanan, pedang di tangan kiri”, itu referensi nya dari mana c? Ko nda ditulis😀

    • siskawidjaya says:

      tengkyu 4 remind yo.🙂
      beberapa hal di atas aku ambil dari buku ‘Hidup bergaul karib dgn Tuhan’ volume 2. rekomended lah utk dibaca semuanya, mulai dari volume 1 sampe 3.😀

      • yohanes says:

        mm.klo ga salah pernah denger d. itu buku nya Pak Yusak ya? aku pinjem ke cc aja doong. hehehe.
        tukeran d, aku punya banyak beberapa buku2 VOM (Voice of Martyrs), kayaknya cocok deh klo cc baca😉

  2. siskawidjaya says:

    iya, bukunya pak Yusak, tp ditulis oleh Pak Petrus. ada 3 bagian, isinya semua ttg otobiografi pak Yusak bgmn dia bergaul karib dgn Tuhan.🙂 sgt terberkati lah baca buku itu, menjawab banyak pertanyaan yg praktis🙂
    hehe…mau tukeran? cc bahkan cm punya bagian 2 nya aja. yg punya bagian 1 dan 3 itu ronald😀 so…jadi tukeran ga nih?😛
    msh ada bnyk lg sih buku2 terbitan Media Injil Kerajaan yg cc punya, dan itu bagus2 semua….hehehe…ky iklan gini gw😀

  3. echa says:

    aku punya dong 33nya hehehe…pameer..
    itu gbr bukunya kecil bgt sih k…kurang artistik (dimata anak SR…huehehehe )
    kk nampaknya sk bk2 pa petrus agung ya?kotbah2nya jg?pngajarannya kuat ya kak..kerenz…mpe kadang2 ga ngerti aku…hehehe..
    GBU

    • siskawidjaya says:

      hahaha…pamernya itu lhoooo😛
      iya, dek, emang gbr bukunya kecil. agak kesulitan nyari yg besar, mau nge-scan buku kk..ga sempat. hehehe😀
      Kk suka dengan buku-buku yg apa ya..klo yang pak petrus agung, luar biasa pengajarannya, nyaman dikonsumsi saat lg ga stress krn perlu konsen tinggi, ato saat perlu pewahyuan baru. Suka jg sih buku2 yg isinya itu orang2 yg benar2 menghidupi apa yg ditulisnya, jd berasa lbh hidup. agak males klo isinya itu menggunakan bahasa yg sulit dipahami ato sulit diimaginasikan krn kk seringkali memahami smthing dgn cara mengimajinasikannya, dek😀
      GBU

  4. echa says:

    wow kk wanita yg imajiner trnyata,aku suka yg style pngajar & nabi😉 pokonya yg dibukunya bnyak firmannya k (dan dri brbgai trjemahan,diulik2 & disingkapkan secara murni tanpa tambahan logika manusia), tapi bisa juga menusuk gitu…kadang2 aku kan bandel,suka banyak nanya ga puguh ama Tuhan, bahkan yg jawabannya udah tau jg… jd senang klu ada yg “mmbersihkan, menegur,mngajar” ..
    walau kadang diawal, dongkol dulu..hehehe…peace ya papi JC..
    GBU

  5. wong aneh says:

    oh , tebakan awalku kamu semarang yah?
    Karena ada pak petrus, pak yusak?
    Cuma sayang radio rusak jadi sekarang gk pernah dengerin lagi,

    salam kenal bu….😀


    Sent on a phone using T9space.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: