His Finger

Beberapa hari yang lalu, ada di kebaktian Sion Raya, Bang Ricky (TK’99) sampaikan firman yg cukup menarik hatiku. Mengapa menarik? KArena firman ini bicara kuat sekali di dalam hatiku dan ternyata firman yang sama, aku dengar di ibadah minggu keesokan harinya di Jakarta.

Berikut adalah beberapa point yang aku dapatkan secara pribadi.

 Suatu hari orang2 Farisi menempatkan seorang perempuan yang kedapatan melakukan dosa di hadapan Tuhan Yesus, mereka berharap agar perempuan ini lgsg dihukum saja, dilempari batu, sesuai dengan apa yg tertulis di hukum Taurat. Hukum Taurat, hukum yang ditulis oleh tangan Tuhan sendiri. Hukum yang memerintahkan agar setiap orang yang bersalah harus dihukum (hukuman mati dlm hal ini), dan kini Yesus diperhadapkan dengan situasi ini..Apa yang Ia lakukan? Ia menulis dengan jari-Nya di tanah.

Apa maksudnya?

Kalau dari dulu kita sering bertanya-tanya, apa sih yg Yesus tulis di tanah? ada kah Ia menulis sesuatu yg penting yg tidak tertulis di firtu? koq misteri amat sih? Untuk kali ini, ada hal yang lebih penting daripada apa yang ditulis oleh Yesus. Jari-Nya. Sadarkah Anda, hukum Taurat di jaman Musa ditulis oleh jari Allah sendiri? Jari Allah menuliskan hukum yang menyatakan siapa saja yg bersalah harus dihukum. Perempuan berdoosa itu harus dihukum. Namun kini, Yesus menulis dengan jari-Nya. Ia melihat jari yang sama yang dipakai-Nya untuk menulis hukum Taurat, dan kini jari yang sama itu..hendak berkata..”memang Aku-lah yang menuliskan hukum Taurat itu, dan kini Aku datang di dunia ini untuk menggenapinya, supaya perempuan berdosa ini dibebaskan dari hukuman…karena hukuman yang akan ditimpakan kepada perempuan ini, Aku-lah yang akan menanggungnya. Aku sedang dalam perjalanan ke kayu salib untuk menanggungnya.” Karena itu pada akhirnya Yesus berkata, ‘Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang’.

Seringkali, apa yang kita perbuat mirip dengan yang diperbuat oleh orang2 Farisi tersebut. Kita mendapati ada rekan kita yang ‘kelihatan’ berbuat dosa, kemudian dengan serta merta, kita bawa dia di hadapan Tuhan untuk bilang, ‘Tuhan, dia harus dihukum, dia telah berbuat dosa, ga termaafkan, seringkali diulangi dosa itu, dia harus dihukum. Jangan ijinkan dia melayani di pelayanan ini, dia dah terlalu berdosa, Tuhan.”

Namun kasih karunia Tuhan berbeda dengan penghukuman dari kita. Ia telah menebus semuanya, dosa yang telah dilakukan bahkan dosa yang akan dilakukan, semuanya sudah dibayar lunas di kayu salib. Detik ketika orang berdosa, rekan kita, atau bahkan kita sendiri bertobat, detik itu pula orang tersebut dimerdekakan. Merdeka, bebas, dengan syarat, jgn berbuat dosa lagi.

Ketika mata kita melihat pada dosa atau kesalahan, mata Tuhan melihat pada darah-Nya yg ada pada orang itu, membasuh orang itu dari dosa. Dan dengan segera, segera setelah orang itu bertobat, Ia berikan orang berdosa itu kesempatan untuk melayani Dia di detik itu juga.

John 8:3-11 3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” 8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

 

Dalam beberapa hari ini, aku pribadi cukup bergumul ketika ada orang2 yang mulai memandang hidup seseorang dgn cara pandang spt di atas. Apakah orang berdosa itu blh ikut pelayanan?

Serta merta Tuhan jawab, “detik ketika ia bertobat, detik itu juga dia boleh melayani Aku. Ingatkah kamu, bahwa ketika Aku ada di dunia, orang-orang yang melayani aku bukanlah orang baik2, tapi mereka..orang-orang berdosa. Aku ada untuk memanggil orang berdosa, bkn orang benar. Kasih karunia-Ku cukup untuk mereka.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: