Cerdik seperti ular, tulus seperti merpati

Hari Senin yang lalu, aku dan teman-teman dapat undangan untuk seminar di salah satu ruko di Bandung. Pembicaranya wkt itu adalah Bu Iin Tjipto Wenas. Beliau adalah seorang yg bersedia dipakai Tuhan untuk melayani Dia dan berjalan dalam panggilan Allah..dan Tuhan memakainya dengan luar biasa sampai hari ini. Waktu aku datang ke tempat itu, aku berdoa sama Tuhan…’Tuhan, aku datang ke tempat ini bukan karena aku mencari pembicara yang terkenal. Aku datang ke tempat ini karena aku pengen bgt dapetin pewahyuan yang baru akan kebenaran firman-Mu.’ Dan benar, Tuhan bicara…
Anda mungkin sudah mengenal Abraham atau Ibrahim. Dia mempunyai anak yang bernama Ishak. Ketika itu Ishak sudah menikah, dan merindukan untuk mempunyai anak karena isterinya mandul. Ishak benar-benar berdoa dan meminta kepada Tuhan, dan Tuhan menjawab doanya.
Kejadian 25:23 Firman TUHAN kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”

Esau dan Yakub akhirnya dilahirkan. Esau lah anak yang tua itu, dan Yakub lah anak yang muda itu. Sejak awal, ketetapan Tuhan pada Yakub adalah bahwa Yakub akan menjadi tuan atas kakaknya. Seringkali setelah kita benar2 berdoa dan meminta kepada Tuhan, Tuhan memiliki janji atau ketetapan dalam hidup kita. Mungkin itu berupa firman Tuhan, mungkin itu berupa kesan kuat di dalam hati, mungkin itu berupa penglihatan, nubuatan, dll.. seperti yg dialami Yakub. Namun apakah Yakub berhenti sampai di situ saja? Tidak. Dia mengambil setiap kesempatan yang dibuka untuk janji Tuhan dapat tergenapi melalui hidupnya. Yakub bukanlah orang yang pasif. Dia cerdik. Ketika ada kesempatan bagi Yakub untuk mengambil hak kesulungan Esau, dia mengambilnya dengan segera dengan memberi sup kacang merah kepada Esau. Ya, itu beresiko memang, tp lebih baik dicoba daripada tidak. Toh kalaupun Esau gak memberikan hak kesulungan itu, Yakub tidak rugi apapun  (Kej 25:29-34)
Tidak selesai sampai di situ… kisah Yakub terus berlanjut. Suatu hari dia ketika Ishak sudah hampir meninggal, Yakub kembali melihat sebuah kesempatan emas, kesempatan untuk mengambil berkat kesulungan dari ayahnya. Memang cara yang dipakai itu adalah ‘penipuan’, ia membebat tangannya dengan bulu hewan supaya Ishak merasa kalau itu adalah Esau (mata Ishak telah rabun).. dan pada akhirnya Ishak memberkati Yakub dengan berkat anak sulung.. (Kej 27:1-37) namun tujuan akhir tetap dicapai oleh Yakub. Dia adalah seorang pria yang tau tujuan hidupnya, dan berusaha mencapainya.
Yakub tidak puas kalau sampai situ saja. Dia tau tujuan hidupnya ke depan… Ketika mencari seorang isteri seperti yang dipesankan ayahnya, Yakub tiba di sebuah sumur yang tertutup batu. Di masa itu batu yang dipakai untuk menutup sumur adalah batu yg besar dan super berat supaya sumur tidak terkontaminasi oleh kotoran/pasir di padang dan racun dari pihak musuh. Perlu 10 orang lah untuk bs mengangkat batu itu dan akhirnya dapat memberi minum hewan ternak. Apa yang dilakukan Yakub? Sendirian, dia menggulingkan batu penutup sumur ini ketika dia melihat Rachel (naksir sama Rachel nih). (Kej 29:7-10).
Kalau pada awalnya aku pikir, Yakub ini anak rumahan yg malas…ternyata tidak. Otot-ototnya, telah terlatih dan menjadi kuat sekali selama dia tinggal di rumah. Dia tau bagaimana membayar harga. Yakub tau bagaimana dapat memperoleh Rachel setelah bekerja 14 tahun di rumah Laban. (Kej 29:15-28) Yakub pun tau bagaimana cara memperoleh ternak dari Laban dengan kecerdikannya dalam memperoleh ternak dari Laban. (Kej 30:31-43)
Apa yang hendak aku coba share kan di sini?
Seringkali kita mendapatkan janji Tuhan, perkataan nubuat, penglihatan, dll ttg hal-hal ke depan yang Tuhan sediakan dalam hidup kita. Namun ternyata, untuk membuat itu menjadi kenyataan, bukan dengan cara yang pasif. Bergiatlah dan bekerjalah. Mulailah semuanya dalam doa…dan mulailah bertindak. Untuk setiap kesempatan yang Tuhan buka, ambillah. Tidak semua orang pintar mengambil kesempatan yang Dia sodorkan dalam hidup kita. Berkali-kali malah kita lewatkan kesempatan begitu saja. Tidak hanya mengambil kesempatan, ternyata Yakub berani membayar harganya untuk memperoleh ‘yang dijanjikan’. Yakub melatih otot-ototnya untuk bekerja. Tangannya kuat untuk menggulingkan batu di atas sumur. Yakub adalah seorang gembala domba yang baik, dia terlatih baik bagaimana menggembalakan domba dan memperoleh ternak dari Laban dengan cara yang cerdik. Tidak hanya itu, Yakub bergumul melawan malaikan Tuhan dan dia menang. Sampai hari ini, setiap penglihatan akan malaikat yang dilihat oleh anak-anak Tuhan menyatakan bahwa malaikat Tuhan bukanlah ‘makhluk yang kecil2’, namun tinggi besar, lbh tinggi dan lbh besar daripada manusia. Jika bergumul dan bergulat melawan malaikat saja Yakub dapat menang, dapat dibayangkan seberapa besar kekuatan Yakub?
Anak-anak Tuhan, ayo, bergiatlah. Kau terima janji Tuhan…tp janganlah berhenti begitu saja. Kerjakanlah janji itu dan usahakanlah sampai itu menjadi kenyataan. Latihlah dirimu baik secara rohani maupun jasamani. Janganlah pasif… ayo bergerak dan berjuang. Jadilah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: