kerja di ladang

Seorang petani punya ladang dan sawah yang sangat luas. Saking luasnya, petani kaya raya ini sadar bahwa dia tidak bisa mengerjakan ladang dan sawah ini sendirian. Karena itu dia memutuskan menyewa banyak orang utk mengerjakan ladangnya. Gaji diberikan 50 rb per orang per hari.. suatu gaji besar yang diterima oleh para penggarap sawah/ladang tersebut.

Di masa tanam, banyak orang menanam, dan mereka mendapatkan upah itu per hari. Di masa perawatan tanaman, orang-orang yang bekerja pun diberi gaji yang sama. Dan di masa panen pun, orang-orang yang disewa mendapat gaji yang sama. Diberikan kepada siapakah hasil tuaian itu? Tentunya diberikan kepada si tuan tanah. Apakah orang-orang yang pekerjaannya memanen memiliki ego yang lebih tinggi drpd yang menanam benih krn dia tugasnya menuai? TIDAK

Hal yang serupa dalam pekerjaan di ladang-Nya. Dia lah yg punya ladang, Dia juga yang memberikan upah yang sama kepada para pegawainya, baik itu yg jobdesnya sbg penabur maupun penuai. Tidak pernah disebut kalau penuai itu lbh ‘ber-prestice’ daripada penabur. Semua memperoleh upah yang sama. Jikalau benar demikian, bahwa tuaian itu milik Dia, Tuan Tanah itu, mengapa engkau berbangga jika km menuai yang tidak kamu usahakan? mengapa km bermegah jika punya anak PA yang banyaaaaaakkkkkk?

Kalaulah engkau menabur, engkau melakukannya untuk Dia. Dan kalaulah engkau menuai, engkau menuai tuaian milik-Nya yang pada akhirnya kau serahkan kepada-Nya, tidak menjadi milik kepunyaanmu. Jadi kalaulah engkau ‘disewa’ oleh-Nya…lakukanlah pekerjaanmu dgn sukacita bkn krn banyak ato sedikit tuaian, bkn krn banyak ato sedikit jobdesmu….kau melakukannya utk Tuan Pemilik Tanah. dan tuaian diberikan kembali kepada-Nya. Nikmatilah upahmu sebagai penabur maupun penuai… Semua itu adalah kasih karunia Allah yang membuatmu jd pekerja-Nya.

Yoh 4:36-37  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.  (37)  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: