Kehidupan Kekristenan

Dalam salah satu kesempatan di PMK 1 Unpar, saya diminta untuk bikin sedikit tulisan pengajaran tentang kehidupan kekristenan. Pada awalnya saya bingung karena setau saya, tema ini adalah tema yang besar sekali di mana di dalamnya terdapat seluruh isi Alkitab untuk mengajar bagaimanakah kehidupan kekristenan sesungguhnya. Ketika merenung dan bertanya-tanya kepada Tuhan beberapa waktu lamanya…ada hal menarik ternyata yang hendak Ia sampaikan tentang kehidupan kekristenan sesungguhnya.

Berikut adalah tulisan yang akhirnya saya buat untuk PMK 1 atas petunjuk-Nya:

Tidak sedikit orang bertanya, sebenarnya kehidupan kekristenan itu seperti apa sih? Apa bedanya dengan kehidupan di luar kekristenan? Untuk mengenal bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang percaya (believers), maka tentunya kita perlu bertanya kepada Tuhan dengan yang menjadi acuan adalah Firman Tuhan karena Firman itu adalah Allah sendiri.

YOHANES 10:10 The thief comes only in order to steal and kill and destroy. I came that they may have and enjoy life, and have it in abundance (to the full, till it [b]overflows).

Pencuri datang hanya dengan tujuan untuk mencuri, dan membunuh, dan membinasakan. Aku (Yesus) datang supaya mereka memiliki dan menikmati hidup, dan memilikinya dalam kelimpahan (benar-benar melimpah sampai penuh dan mengalir ke luar)

Tuhan ingin agar setiap anak-anak-Nya hidup dan menikmati hidup (enjoy banget dengan kehidupan sehari-hari) itu dengan segala kelimpahan karena itulah tujuan Dia datang ke muka bumi ini. Tuhan tidak ingin anak-anakNya bersedih, menderita, penuh ketakutan, penuh kekuatiran di dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Tuhan ingin agar kehidupan yang HIDUP dari kekristenan bisa dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang di luar sana.

Hal-hal apa saja kah yang membuat orang percaya tidak dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan dalam segala kelimpahan?

  1. Penghukuman, baik itu merasa sebagai orang yang layak dihukum karena berbuat suatu kesalahan ataupun merasa layak dihukum karena tidak dapat memenuhi standar tertentu yang ditentapkan oleh lingkungan, orang lain, maupun diri sendiri. Penghukuman ini lama kelamaan dapat berbuah menjadi:
    1. Rasa minder, ragu-ragu, mudah terombang-ambingkan oleh perasaan.
    2. Masalah dalam keuangan, masalah dalam hal hubungan dengan orang lain.
    3. Sakit kepala, sakit hati, stress, sakit penyakit
    4. Kuatir, takut akan masa depan, takut untuk membuat keputusan.
  2. Intimidasi dari si jahat yang menyatakan bahwa Anda memang orang berdosa dan selalu berdosa dan keadaanmu tidak bisa dipulihkan.

Bagaimanakah caranya supaya Anda dan saya dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan itu setiap hari?

ROMA 5:17  Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Rom 5:17 (KJV) For if by one man’s offence death reigned by one; much more they which receive abundance of grace and of the gift of righteousness shall reign in life by one, Jesus Christ.)

Menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran

YOHANES 1:17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Setiap hari dalam hidup Kristiani haruslah menjadi hari untuk berhubungan dengan TUHAN atas dasar anugerah semata. Kita tidak hanya diselamatkan oleh anugerah, tetapi juga hidup oleh anugerah setiap hari. Dan anugerah ini datang melalui Kristus.

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:1-2)

Kristus sudah memikul kutuk atas ketidaktaatan kita dan mendatangkan berkat ketaatan bagi kita. Sebagai hasilnya, sekarang kita harus memandang kepada Yesus saja – bukan Yesus dan kinerja kita – untuk memperoleh berkat TUHAN dalam hidup kita. Kita diselamatkan oleh anugerah dan kita juga hidup karena anugerah semata.

Ketika kita berdoa meminta berkat TUHAN, TUHAN tidak memeriksa apakah kinerja kita menentukan kita layak atau tidak untuk menerima berkat-Nya. Sebaliknya, TUHAN melihat apakah kita mempercayai Anak-Nya dan apa yang sudah dilakukan-Nya di kayu salib sampai selesai sebagai satu-satunya jalan untuk menerima berkat-Nya.

Sekali lagi : Kita diselamatkan oleh anugerah dalam Kristus dan kita juga hidup setiap hari dalam anugerah yang sama.

Hukum Taurat / self effort malah semakin menuntun pada penghukuman. 2 Kor 3:7-9

Ketika TUHAN mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir, TUHAN tidak melakukannya karena ketaatan bangsa Israel terhadap hukum Taurat. Pada waktu itu hukum Taurat belum diberikan. Bangsa Israel keluar dari Mesir karena darah anak domba.

Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. (Keluaran 12:12-13)

Sekalipun TUHAN sudah menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir dengan melakukan tanda dan mujizat yang besar dan ajaib, bangsa Israel tetap saja tidak bisa menghormati TUHAN, mereka bersungut-sungut dan mengeluh terus. Ketika tentara Mesir mengejar mereka di belakang dan Laut Merah ada di depan mereka, mereka mengeluh kepada Musa.

Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” (Keluaran 14:9-12)

Bangsa Israel mengeluhkan perbuatan TUHAN yang mengeluarkan mereka dari tanah Mesir. Mereka bersungut-sungut dan apa yang mereka lakukan saat itu adalah dosa. Tetapi apa respon TUHAN terhadap dosa mereka ini?

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. (Keluaran 14:15-16)

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)

Tiga hari kemudian mereka sampai di Mara dan mereka tidak mendapatkan air yang mereka inginkan. Lalu mereka bersungut-sungut kembali. Tetapi, apakah respon TUHAN terhadap hal ini? Ia mengubah air yang pahit menjadi manis.

Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?” Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis… (Keluaran 15:23-25)

Sesudah itu mereka bersungut-sungut lagi di padang gurun karena mereka lapar. Tetapi TUHAN menurunkan manna dan burung puyuh dari langit untuk mereka.

Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” (Keluaran 16:2-3)

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.” (Keluaran 16:11-12)

Sungut-sungut bangsa Israel masih terus berlanjut. Di Rafidim mereka bersungut-sungut kepada TUHAN meminta air. Dan TUHAN tetap memberikan air kepada mereka.

Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: “Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?”  (Keluaran 17:1-2)

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. (Keluaran 17:5-6)

Tidak ada penghukuman sama sekali. Tidak ada seorangpun dari mereka yang meninggal karena bersungut-sungut kepada TUHAN. TUHAN memberkati mereka bukan berdasarkan ketaatan mereka, tetapi berdasarkan kesetiaan-Nya karena sekalipun bangsa Israel sudah ditebus oleh darah anak domba saat mereka keluar dari Mesir, korban mereka itu tidaklah sempurna.

Semuanya berubah saat mereka sampai ke gunung Sinai. Satu pernyataan mereka mengubah segala sesuatunya.

Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN. (Keluaran 19:7-8)

Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan sebenarnya adalah pernyataan kesombongan bangsa Israel. Dalam bahasa Ibrani, pernyataan mereka menyatakan kemampuan mereka untuk melakukan semua yang TUHAN perintahkan. Jika pernyataan itu diterjemahkan dengan baik, itu seharusnya berbunyi, “Semua yang TUHAN tuntut dan kehendaki bagi kami, kami mampu melakukannya dengan baik.” Dengan kata lain mereka berkata, “TUHAN, berhentilah menilai dan memberkati kami berdasarkan kebaikan-Mu. Mulailah menilai, menghakimi dan memberkati kami berdasarkan ketaatan kami.”

Di Keluaran pasal 20-23, TUHAN memberikan hukum-hukum-Nya kepada Musa, mulai dari Kesepuluh Firman, peraturan tentang kebaktian, tentang hak budak Ibrani, peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia, peraturan tentang jaminan harta sesama manusia, peraturan tentang dosa yang keji, peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu, berbagai-bagai peraturan, peraturan tentang hak-hak manusia dan peraturan tentang kebaktian dan hari-hari raya.

Di pasal 24, TUHAN mengikatkan perjanjian-Nya dengan bangsa Israel. Dan bangsa Israel masih menanggapi perjanjian itu dengan respon yang sama dengan respon yang sebelumnya sebanyak dua kali.

Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: “Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.” (Keluaran 24:3)

Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” (Keluaran 24:7)

Sesudah itu TUHAN terus memberikan hukum-hukum-Nya pada bangsa Israel dan dicatat di Keluaran pasal 25-31. Karena Musa sangat lama berada di gunung Sinai dan tidak turun-turun juga, maka bangsa Israel memutuskan untuk membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya. Mereka melanggar perintah TUHAN yang pertama. Saat itu juga timbullah murka TUHAN atas mereka. Padahal sebelumnya setiap kali bangsa Israel berbuat dosa, TUHAN tidak pernah menunjukkan murka-Nya.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” (Keluaran 32:7-10)

Berdasarkan firman Tuhan yang telah kita baca di atas, jelas sekali bahwa Hukum Taurat / self effort membuat umat Tuhan menuju pada penghukuman sebab karena hukum Taurat lah orang mengenal dosa (Rm 3:20) sedangkan upah dosa adalah maut.

Hukum Taurat di masa sekarang adalah ‘pernyataan kemampuan kita untuk melakukan semua yang TUHAN perintahkan demi mendapat perkenanan Allah’. Ya benar, kita diselamatkan hanya karena kasih karunia Tuhan, namun untuk hal-hal yang lain, kita masih mengandalkan kemampuan kita sendiri untuk berkenan di hadapan Tuhan. Padahal kita berkenan di hadapan Tuhan HANYA karena darah Anak Domba.

Kasih karunia memimpin kepada kehidupan/pembenaran.

2 Kor 3:7-9 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian  (8)  betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!  (9)  Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

Jika demikian, mengapa TUHAN memberikan hukum Taurat kepada manusia?

Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. (Galatians 3:24)

Hukum Taurat diberikan supaya manusia sadar bahwa dengan kekuatannya sendiri dia tidak dapat selamat. Lalu supaya dalam keputusasaannya manusia sadar bahwa dia butuh juru selamat.

Tetapi ada kabar baik. Bagi TUHAN, menaati hukum Taurat dengan sempurna tidaklah mustahil.

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

Yesus datang untuk menggenapi seluruh hukum Taurat dan Dia berhasil. Dia berhasil menaati seluruh hukum Taurat karena Dia adalah TUHAN. Dan di dalam Dia, kita – orang-orang yang percaya kepada-Nya – dibenarkan.

Kata benar artinya menyesuaikan diri dengan tepat dan sempurna dengan hukum TUHAN. Hukum TUHAN menuntut ketaatan dengan patokan kesempurnaan yang mutlak. Tidak ada manusia yang berhasil menaati keseluruhan hukum Taurat dengan sempurna.

Karena kita tidak dapat menghasilkan cukup kebenaran, maka TUHAN menyediakannya bagi kita. Yesus telah memenuhi hukum TUHAN dengan sempurna, baik dalam hal tuntutannya maupun hukumannya. Ia melakukan apa yang gagal dilakukan oleh Adam, yaitu menaati hukum TUHAN dengan sempurna dan melalui kematian-Nya Yesus menjalani sepenuhnya hukuman atas pelanggaran hukum. Jadi dengan menaati hukum dan menjalani hukuman atas pelanggaran hukum, Yesus telah memenuhi hukum TUHAN dengan sempurna. That is exactly what Jesus did for you.

Jika TUHAN hari ini membenarkan kita atau menyatakan kita benar, TUHAN tidak menciptakan suatu fiksi yang sah. Dia menyatakan kita benar atas dasar kebenaran Yesus Kristus. Hanya itu. Kedudukan di dalam kebenaran Kristus ini tidak pernah dipengaruhi oleh kinerja baik atau ketidaktaatan kita.

Dibenarkan berarti dibebaskan dari tuduhan dan kesalahan apapun dan dinyatakan benar secara mutlak. Di dalam Kristus, pembenaran yang kita terima itu seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi kita dinyatakan benar sama seperti Yesus yang menaati seluruh hukum Taurat, dan di sisi lain kita dinyatakan telah menjalani semua hukuman dosa karena Yesus yang menanggungnya di kayu salib. What Jesus did is overpayment for your sins.

Kita harus mencamkan bahwa kita dibenarkan TUHAN semata-mata berdasarkan karya Kristus di kayu salib. TUHAN memandang kita terhubung sedemikian rupa dengan Kristus sehingga apa yang dilakukan-Nya dilakukan juga oleh kita. Ketika Dia menjalani hidup ketaatan yang sempurna, TUHAN pun memandang kita menjalani hidup ketaatan yang sempurna. Ketika Dia mati di kayu salib untuk memuaskan tuntutan keadilan hukum TUHAN, TUHAN memandang kita pun mati di kayu salib itu. Itulah hasil iman di dalam Yesus Kristus.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. (Roma 8:1)

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31)

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)

Kehidupan kekristenan adalah kehidupan yang dijalani karena kita dibenarkan oleh Allah dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. Ketika kita dinyatakan dibenarkan, itu berarti, sekalipun keadaan kita sedang kacau, berdosa, bersalah, tidak memenuhi standar kehidupan, Allah Bapa tetap menyatakan kita adalah orang benar, orang merdeka, bebas dari penghukuman, bebas dari sakit penyakit, dan tetap layak menghadap Allah karena darah Yesus. Allah tidak melihat kesalahan/kegagalan/prestasi kita. Dia hanya melihat darah Anak-Nya yang ada pada kita dan membungkus hidup kita. Karena itu, hiduplah selayaknya orang benar hidup. Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Semua hukuman dan kemarahan Allah atas dirimu dalam segala hal telah ditimpakan kepada Yesus di kayu salib.

Ada orang yang berkata, kadang-kadang aku melihat kalau Tuhan itu sedang marah, sering marah dan menghukum kita dalam kehidupan sehari-hari. Rekan-rekan, kita melihat kemarahan Tuhan di Perjanjian Lama dan di Wahyu di mana Tuhan marah kepada mereka yang menolak Yesus. Tapi, untuk Anda dan saya, orang-orang percaya yang hidup di jaman perjanjian baru, kita bukanlah bagian dari perjanjian lama dan kita tidak akan pernah dihukum karena kita telah menerima Kristus di dalam kehidupan kita. Sebagai orang percaya, Tuhan tidak lagi marah kepada kita karena kemarahan Tuhan atas dosa-dosa, pelanggaran, kelalaian kita telah ditimpakan kepada Yesus di atas kayu salib. Yesus adalah Anak Domba Allah yang telah mengambil semua dosa kita di kayu salib. Itulah sebabnya di kayu salib, Ia berseru, Allahku Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa Yesus berteriak demikian? Dia berteriak demikian supaya kita mengetahui bahwa pada waktu itu, murka Allah ditimpakan kepada Yesus. Dia menjadi korban penebus dosa kita. Dia yang tidak mengenal dosa, telah dibuatnya menjadi dosa karena kita supaya Anda dan saya tidak lagi mengerima murka Allah.

The more revelation you have of the grace of God and His forgiveness, the more you will have the power to reign over all your challenge an addiction in life.

Hal itu lah yang dapat membuat kita berjalan dalam kehidupan kekristenan yang penuh dengan damai sejahtera. Murka dan kemarahan serta segala akibatnya (sakit penyakit, kegagalan, kemiskinan, putus asa, dll) Allah tidak lagi menjadi bagian hidup kita, karena Yesus telah menanggung semuanya di kayu salib.

Yesus menjadi Pembela mu di hadapan Bapa

Rom 8:33-34 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?  (34)  Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Yesus sekarang ada bersama dengan Allah Bapa di sorga untuk menjadi ‘Pembela/Pengacara’ bagi kita karena iblis terus menerus menjadi jaksa penuntut umum atas hidup kita. Iblis mungkin akan berkata di hadapan Allah bahwa hidup si A jatuh dalam dosa, layak dihukum, tidak sempurna, saat teduh tidak beres, selalu ambil keputusan yang salah, dan masih banyak lagi tuduhan/dakwaan iblis atas hidup kita. Iya itu benar. Apa yang Yesus lakukan, Dia akan bilang di hadapan Bapa, bahwa itu benar, namun Aku (Yesus) telah menyelesaikan semua dosa itu di kayu salib, Aku ( Yesus) telah menanggung semua hukuman itu di kayu salib, karena itu, bebaskanlah si A ya Bapa. Dan Bapa akan berkata….Iya, Aku membebaskanmu, memulihkanmu, mengampunimu karena apa yang telah Anak-Ku lakukan untukmu di kayu salib.

Itulah yang Yesus lakukan bagimu,  Dia menjadi Pembela/Pengacara kita, Dia membuat hidup kita merdeka. Karena itu, hiduplah sebagai orang yang merdeka, tanpa merasa terhukum, tanpa merasa layak atau tidak layak. Hidup sebagai orang yang telah dibela, dibenarkan di hadapan Allah Bapa karena apa yang telah Yesus lakukan bagimu di kayu salib.

How? you say. In Christ. God put the wrong on him who never did anything wrong, so we could be put right with God. 2 Kor 5:21 (MSG)

Iman timbul karena pendengaran akan firman Kristus.

Firman Tuhan berkata bahwa orang benar, yaitu kita, orang yang telah dibenarkan ini akan hidup oleh iman. Kita tidak hidup karena melihat tapi karena percaya. Kehidupan kekristenan dilakukan dengan cara hidup oleh iman.

Rom 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Rom 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman yang seperti apa? Iman yang timbul dari pendengaran oleh fiman Kristus. Apa maksudnya? Tidak semua firman dapat menimbulkan iman. Di dalam Alkitab, ada masanya iblis pun bicara di hadapan Allah ketika iblis ingin merusak hidup Ayub, ada masanya pula manusia yang bicara, ada masanya ular bicara di taman Eden, dan lain-lain. Hal-hal itu tidak menimbulkan iman. Hanya firman yang berbicara tentang Kristus lah yang menimbulkan iman di dalam hati kita. Firman yang berbicara tentang apa yang Yesus lakukan di kayu salib bagi kita, tentang apa ketentuan Kristus untuk hidup kita. Karena itu, bacalah firman Tuhan setiap hari, dan lakukan! Bacalah firman itu dan kamu akan menemukan bahwa firman baik yang ada di perjanjian lama maupun baru, pada akhirnya akan menunjuk pada pengorbanan Kristus di kayu salib dan juga akibat-akibatnya dalam hidup kita. Bacalah firman Kristus itu, dan imanmu itu akan bangkit untuk membuatmu hidup dalam kekristenan yang sesungguhnya.

Tuhan mengasihimu dan terus menerus melimpahkan kasih-Nya kepadamu, senantiasa. Dia datang untuk melayanimu.

Sadarkah Anda kalau Tuhan itu baik dan Dia mengasihimu? Dia Bapa yang baik. Bapa kita di bumi yang jahat saja tau memberi yang terbaik buat anaknya, apalagi Bapamu di sorga..!! Dia sangat mengasihimu, Dia menerimamu apa adanya, apapun keadaanmu, apapun prestasi yang kamu capai, itu tidak mengubah besarnya kasihnya kepadamu. SEMUA hal yang baik diberikan-Nya bagimu, hanya untuk menunjukkan betapa besar kasih Nya bagimu

Rom 8:32  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Yak 1:16-17  Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!  (17)  Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Ada beberapa pendapat yang menyatakan, bahwa saya harus melayani Tuhan sebaik mungkin biar Tuhan senang, saya harus bekerja sebaik mungkin supaya Tuhan senang, saya harus ini dan itu biar disebut sebagai anak Tuhan. Ada juga yang menyatakan, pelayanan saya selama ini kurang baik jika dibandingkan dengan si A, B, maupun C, dst. Hal-hal ini menyebabkan orang-orang menjadi cape, merasa gagal, kurang sempurna, dan jenuh ketika melayani Tuhan….atau beranggapan klo Tuhan tidak suka dgn kehidupan kekristenan yang telah dilakukan selama ini. Padahal, firman Tuhan jelas bilang, bahwa Yesus datang ke dalam hidup kita bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani kehidupan kita. Ijinkan Tuhan melayani kehidupan kekristenanmu secara pribadi, ijinkan Dia sendiri yang melayani keluargamu, melayani keuanganmu, melayani semua aspek kehidupanmu karena hanya Dia lah yang dapat memuaskan hasratmu dengan segala kebaikanNya. Setelah Anda puas dilayani oleh Tuhan, setelah Anda menerima semua kasih-Nya dalam semua aspek kehidupanmu, maka Anda dapat dengan mudah melayani orang lain dengan cara yang sama seperti cara Tuhan melayanimu. Dengan mudah, Anda dapat melayani kehidupan orang lain di dalam kehidupan kekristenan Anda seolah-olah Anda sedang melayani Tuhanmu.

Mat 20:28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Hidup di dalam kasih Allah.

Kehidupan kekristenan adalah hidup yang penuh kemenangan, bukan kehidupan yang penuh dengan ketakutan dan hukuman, mengapa? Karena ada kasih Allah, ada kelimpahan kasih karunia dan anugerah Allah buat anak-anak-Nya.

1Yoh 4:17-19  Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.  (18)  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.  (19)  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Seberapa banyak kita menyadari kasih dan pengampunan TUHAN? Sebanyak itu juga kita berbuat kasih. Mengapa ada orang yang melayani TUHAN sungguh-sungguh dan tidak pernah lelah? Karena dia sudah menerima semua kasih karunia TUHAN dan menyadari betapa dia sudah banyak diampuni. Jika suatu hari kamu lelah dengan kegiatan kekristenan/kerohanian/pelayananmu, ingatlah betapa kamu sudah banyak diampuni.

Luk 7:36-50  Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.  (37)  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.  (38)  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.  (39)  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”  (40)  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”  (41)  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.  (42)  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”  (43)  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”  (44)  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.  (45)  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.  (46)  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.  (47)  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.” (48)  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”  (49)  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”  (50)  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Perintah Tuhan Yesus di jaman perjanjian baru ini tidaklah berat. Perintah-Nya enak dan ringan, yaitu untuk hidup di dalam kasih-Nya. Menerima kelimpahan kasih, pengampunan, kasih karunia, anugerah-Nya di dalam semua aspek hidup kita, dan sesudah kita menerima semuanya dengan cuma-cuma, kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama kita dengan cuma-cuma. Kehidupan kekristenan tidak lagi menjadi kehidupan yang sulit karena kehidupan kekristenan adalah hidup di dalam kasih dan anugerah Allah dengan berlimpah-limpah.

Mar 12:29-31  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.  (30)  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.  (31)  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

29Jesus answered, The first and principal one of all commands is: Hear, O Israel, The Lord our God is one Lord; 30And you shall love the Lord your God [i]out of and with your whole heart and out of and with all your soul (your [j]life) and out of and with all your mind (with [k]your faculty of thought and your moral understanding) and out of and with all your strength. [l]This is the first and principal commandment.(E) 31The second is like it and is this, You shall love your neighbor as yourself. There is no other commandment greater than these.(F)

KITA TELAH MATI BAGI DOSA

Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. (Roma 6:14)

Kematian Kristus tidak hanya memerdekakan kita dari hukuman dosa, tetapi membebaskan kita juga dari pemerintahan dosa. Kita harus sadar bahwa melalui kematian Yesus di kayu salib, kita diberikan kemampuan untuk menjalankan hidup yang menyenangkan TUHAN sekaligus memuaskan diri kita sendiri.

Mengapa kita tidak dikuasai lagi oleh dosa? Karena kita hidup di bawah kasih karunia. Hanya orang-orang yang menerima kasih karunia TUHAN di dalam Yesuslah yang bebas dari pemerintahan dosa dalam hidupnya. TUHAN memberikan cara supaya kita tidak dikuasai lagi oleh dosa, yaitu dengan kasih karunia, bukan dengan memberikan hukum-hukum-Nya.

Jangan pikirkan gajah gendut berwarna biru yang sedang menari!!

Apa yang kamu pikirkan sekarang? PASTILAH  gajah gendut berwarna biru yang sedang menari!!

Semakin banyak hukum yang diberikan akan semakin banyak pelanggaran. Tetapi kasih karunia TUHAN memampukan kita untuk hidup kudus dan benar di hadapan-Nya.

For the grace of God that brings salvation has appeared to all men, teaching us that, denying ungodliness and worldly lusts, we should live soberly, righteously, and godly in the present age… (Titus 2:11-12 NKJV)

Apa yang membawa Simon Petrus kepada pertobatan? (Lukas 5:1-11) Bukan karena khotbah Yesus tentang hukuman atas dosa, tetapi karena Simon melihat kasih karunia TUHAN, yaitu ikan yang berlimpah-limpah. Bagi Simon, ikan adalah mata pencaharian dia, sumber kehidupannya. Kasih karunia TUHAN yang menuntun dia kepada pertobatan dan membuat dia mengikut Yesus.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Lukas 5:8)

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Lukas 5:11)

Apa yang dikatakan Yesus kepada perempuan yang kedapatan berzinah? (Lukas 8:2-11)

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:10-11)

Yesus tidak menghukumnya. Sesudah itu Dia berkata supaya perempuan itu tidak berbuat dosa lagi. Kasih karunia-Nya (tidak ada penghukuman) itulah yang membuat perempuan itu mampu hidup benar dan tidak berbuat dosa lagi.

Sadari benar apa yang telah Yesus kerjakan di kayu salib di hidupmu. Percayalah kepada kasih-Nya yang besar dan tak terbatas itu, maka kehidupanmu akan menjadi seperti apa yang Anda percaya, Anda dapat ENJOY your LIFE, have A RIGHT LIVING, and REIGN in LIFE.

RIGHT BELIEVING ALWAYS PRODUCE RIGHT LIVING

2 Responses to Kehidupan Kekristenan

  1. Margaretha says:

    panjang bener…hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: