From TSM to MR

Sedikit flash back… bukan karena aku suka mengingat-ingat hal-hal yang dahulu kala… tapi karena kemarin2 itu dah pengennnn bgt nulis tapi ga ada wkt dan kesempatan. Jd mumpung lg ada waktu, skr kutulis deh yg sempat tertunda itu.

‘Sudah selesai, Sis.’ Itulah yang kudengar ketika di kantor bulan Juni yang lalu. Hm… ‘Selesai apanya, Tuhan?’ ‘Selesai waktumu di kantor ini.’ Segeralah aku mengerti dengan jelas, Dia mau aku meninggalkan kantor yang telah menampungku selama 3 tahun semenjak aku lulus kuliah. ‘Klo aku selesai di sini, terus aku ke mana, Tuhan?’ ‘Pergilah ke kerjaan yg itu tuh…km tau kan…dah dari dulu kamu mau jd MR infusan, kerjakanlah itu’.

Bener juga, dah sejak 2 thn yang lalu aku pengen masuk jadi MR, sebuah kerjaan yang sejalan dengan panggilan Tuhan menurutku. Awal ketika aku ada di kantorku, aku mulai mengerti jobdes dan ruang lingkup kerja MR. Detailing ke para outlet (baik para dokter maupun apoteker di rumah sakit), sangat mobile, interaksi dengan banyak orang. Itu tampak menyenangkan bagiku. Klo dipikir2, Tuhan tidak akan memberiku kerjaan yang menyimpang teramat jauhhhh dari apa yang telah Ia persiapkan padaku sejak dahulu. Background pendidikanku, berhubungan dengan kesehatan. MR pun berhubungan dengan medis. Ruang kerjaku di kantor, berhubungan juga dengan para MR. Aku berpikir, berinteraksi dengan banyak orang merupakan langkah awal untuk aku dapat memberitakan The Good News to other. Atau bahkan mungkin nantinya, aku dapat melanjutkan karierku yang lebih besar lagi dan itu berhubungan dengan medis. Just dream for this time… hope it not just a dream… God has a big vision for me and we (God and me)will run together to make it comes true.

Di sisi lain, aku pernah bilang sama Tuhan, bahwa aku baru mau keluar dari Bandung klo aku dah melihat ada cucu rohaniku memuridkan. Dia pun berjanji bahwa aku akan melihat keturunan rohaniku di Bandung.

Yes 55:10-11  Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Dan janji-Nya bener-bener tergenapi. Ttg hal ini, aku akan sharekan di topik yg lain dari Blog ini

Hal ini aku sharekan ke pembimbingku, K Messa, dan juga ke ortu. Amazing banget, mereka setuju dan mendukung dengan luar biasa. Ada resiko besar memang ketika aku mengambil profesi MR ini. Resikonya adalah, ada kemungkinan yang sangat besar untuk aku bekerja di seluruh kota besar di Indonesia, dengan kata lain, aku ga pernah tau bakal ditempatkan di kota mana, bisa di Bandung, luar Bandung, bahkan di luar Jawa. A big risk I think because I do really love to stay with my parent, and my lovely friends in God, but…kesempatan menjadi terbuka untuk meninggalkan mereka semua.

Sempat bertanya-tanya dalam hati, kerjaan MR ini khan sepertinya sulit, marketing, berurusan dengan target sales, dll…Apakah aku akan berhasil mengerjakannya? Beberapa kali hal ini kutanyakan ke my Master, and…He said…

Kej 39:2-3  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.  Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,

‘Seperti Aku menyertai Yusuf, demikianlah Aku menyertai kamu, Sis. Aku lah yang membuatmu menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaanmu. Bukankah Nama-Ku adalah Imanuel, yang artinya Tuhan menyertai kita, dan Aku (Yesus, Imanuel) ada/tinggal di dalam hatimu?’ Itulah janji-Nya yang berkali-kali dikemukakan-Nya padaku lewat berbagai cara. Dengan modal janji Tuhan yang selalu tergenapi itulah aku mau melakukan semua ini… karena aku tau, Dia sangat mengasihiku, Dia yang menjamin seluruh aspek hidupku, Dia yang jamin orangtuaku, Dia juga yang jamin semua orang2 yang kukasihi yang kutinggalkan untuk sementara wkt ini.

Banyak orang di sekitarku, terutama teman-teman di kantor, yang heran dengan keputusan ini. ‘Gila kamu, Sis. Kamu tuh skr khan dah manager yg mentraining orang2 untuk menjadi MR, koq malah sekarang kamu mau jd MR sih? Itu namanya turun taukkk.’ ‘Kamu lagi mikir apaan sih, Sis?’, ‘Jabatanmu kan dah enak, ngapain km jd MR cobaaa?’ atau mereka senyum2 dengan penuh arti wkt ngeliat keputusan yang kubikin ini. ‘Sis, km kan dah manager, kamu ikutan MR ini buat formalitas aja lah, lgsg ntar minta penempatan di kota yg km mau, atau lgsg jd supervisor aja.’, ‘Kamu ga usah ikutan training MR dan tidur di mess, tidur di mess khan ga enak, lgsg aja kerja, toh background mu khan manager, masa manager tidur di mess’. Ya kurang lebih itulah anggapan sebagian besar orang. It’s ok for me. Apapun anggapan mereka, aku hanya taat ama yg Dia bilang. Aku tau Dia pasti membawaku untuk terus naik dan tidak turun. Bahkan jalan untuk naik adalah turun lebih dulu, kenapa? Karena biar Dia saja yang semakin besar dan aku semakin kecil, dan kutau ketika nama-Nya dipermuliakan, maka Dia lah yang akan membawaku naik, bkn kemampuanku yang membuatku naik.

Tepat di hari ultah papa, 31 Agt 2010, adl hari terakhir aku kerja di kantorku. Setelah itu aku memutuskan untuk pulang sejenak (sekitar 3 minggu), anggap aja cuti panjang, untuk aku bisa berkumpul bersama keluargaku di Cilacap sebelum aku menjalani pekerjaanku yang baru ini. Waktu-waktu Tuhan selalu tepat. Ia memberiku kesempatan untuk bekerja, Ia memberiku 3 minggu untuk berkumpul bersama keluarga, membantu kerjaan ortu yang bejibun banyaknya di masa-masa menjelang lebaran, Dia juga yang langsung membawaku ke training MR ini tepat seminggu setelah lebaran. Dengan kata lain, Dia benar-benar memuaskanku, juga dalam segi waktu. Tidak pernah terlambat, tidak pernah tergesa-gesa.

Sehari sebelum training medrep dimulai, kami para calon MR dah harus masuk mess. Aku pun memutuskan utk msk ke mess meski bisa sih klo mau masuk mess nya di hari H. Ketika itu, yang ada dlm pikiranku adl, jauh lbh enak membaur dgn temen2 sesama calon MR drpd mjd eksklusif krn aku eks manager training. Puji Tuhan, temen2 bener2 welcome ke aku meski mrk tau latar belakang kerjaanku sebelumnya. Malam itu, sebelum training dimulai, Tuhan ingatkan aku dengan ayat yg pernah kubaca bbrp mgg sebelumnya, ayat yg kubaca di PDS sion tepat ketika aku resign dari posisi manager training itu.

Yes 55:12-13 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Itulah yang terjadi ketika aku akan berangkat nanti ke kota penempatan. Di sini, aku tidak tau lagi mau minta penempatan di mana atau dapet kota penempatan di mana. Aku hanya dapat pegang janji Tuhan selama ikut training MR ini.

Well… let the day begin with training and training and training (20-09-10 à 09-10-10)…together with all my friends from all Indonesia…

All the glory just for You, my dear Father, Jesus Christ…

NB: MR = Medical Representative. Sering disebut juga dengan tim promosi, atau bahasa awamnya adalah tim marketing. Kerjanya mempromosikan obat yang diproduksi oleh perusahaan terkait kepada para dokter supaya diresepkan jika ada pasien yang sakit dan memerlukan obat sejenis itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: