Pelajaran di tengah Ujian

Pagi hari, minggu pertama di mess training, aku dapet sms dari anak rohaniku, dia nanya, ‘Ci, apa bedanya kemurahan dan kebaikan?.’ Spontan aku terdiam krn bingung mau jawab apa. Di satu sisi, pagi itu aku memang lg mumet belajar buat ujian bbrp menit lagi. Di sisi lain, aku bingung karena blm pernah merenungkan hal ini sebelumnya. Lgsglah kubales smsnya, ‘Ntar sore ya, aku mau ujian dl nih.’ Sambil mikir apa jawabannya.

Di ruang ujian, soal test dibagiin, aku coba jawab setiap pertanyaan yang ada dgn baik. Ada 1 nomor yang aku ga bisa jawab krn wkt belajar ttg soal itu, agak2 hapal aja meskipun dah coba dihapalkan. Nah, di situ, yang jaga test adalah Bu NN, dia juga lah yang mengajar kami mata pelajaran yg ditestkan, dia jugalah yang bikin soal test tsb. Tiba-tiba, dia ada di belakangku, terus bisikin jawaban dari soal yg aku ga bs jawab itu. Kaget lah aku pastinya. Terus tanpa pikir panjang, kuisi jawabanku dgn jawaban dari si ibu itu. Sore hari, kurenungkan semua ini. Apakah yg kulakukan salah? Hmm… klo itu salah, kenapa ada damai sejahtera dalam hati ini? Dalam perjalanan pulang menuju mess, aku tanya ama Tuhan… ‘Tuhan, apa aku salah? Jelaskan padaku, aku gak ngerti soalnya.’

‘Gini lho Tuhan, dia yang bikin soal, dia yg ngasi tau jawaban. Klo dibilang nyontek, aku gak nyontek. Klo dibilang nanya jawaban, aku ya gak nanya juga tadi tuh. Nah, tindakanku tadi tuh gmn ya?’ Dalam hatiku, Tuhan jelaskan dengan simple…

‘Sis, kamu tau di perempatan jalan ada apa? Lampu merah tho? Klo lampu warna merah, semua yg lewat harus berhenti. Iya? Nah, terus klo lampu lagi merah dan ada polisi berdiri di perempatan jalan itu dan kasi aba2 pake tangannya supaya kendaraan yg tdnya berenti krn lampu merah utk berjalan sesuai yg polisinya suruh, boleh ga?’ ‘Boleh, Tuhan.’ ‘Aturan itu ada, tapi klo ada ‘kemurahan’ dari si pembuat aturan , maka yg km alami tadi wkt ujian pun bs terjadi tho?’

Di sini, aku mengerti apa yg Dia maksud dengan ‘kemurahan’. Kemurahan adalah sesuatu yg kita peroleh atau dapatkan padahal kita sebenarnya tidak berhak mendapatkannya. Ada suatu kelonggaran yang diberikan sehingga kita mendapatkan sesuatu itu.

Di Mzm 23 dibilang: kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Kemurahan di sini dalam bahasa inggris disebut juga dengan ‘favor’.  Kemudian, aku diingatkan dengan kisah ratu Esther. Ketika Haman menghasut raja sehingga raja mengeluarkan perintah supaya dipunahkan, dibunuh, dan dibinasakan semua orang Yahudi daripada yang muda sampai kepada yang tua… (Est 3:8-15), maka Esther, seorang ratu yang berasal dari orang Yahudi pun menghadap raja. Esther memohon karunia raja supaya dibatalkan perintah itu. Raja bingung pada awalnya karena surat perintah yang awal tidak mungkin dicabut karena surat perintah itu dibuat dengan menggunakan materai raja. Namun kita liat apa yang diperbuat oleh raja, dia memberikan surat perintah kedua yang isinya raja mengizinkan orang Yahudi berkumpul di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh, atau membinasakan segala tentara yang menyerang mereka (Est 8:11). Perintah awal tidak dapat ditiadakan, namun dibuatlah perintah kedua yang berisi penuh dengan kemurahan raja supaya bangsa Yahudi tidak binasa.

Tuhan benar-benar mengajariku apa yang Dia maksud dengan kemurahan, favor, atau kasih karunia. Aku tidak layak mendapatkannya, aturan yg ada pun menyatakan bahwa aku tidak boleh mendapatkan ‘jawaban’ di saat ujian, namun jawaban itu diberikan dari ‘penguasa ruangan ujian’, yakni si pembuat soal, si pengawas ujian, bahkan tanpa kuminta.

Demikianlah dengan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Dia telah menentukan agar semua orang binasa karena dosa, karena tidak ada seorangpun yang dapat dengan sempurna melakukan hukum Taurat. Namun, Dia membuat sebuah ‘favor’ yang sangat besar, surat perintah yang kedua yang bernama hukum perjanjian baru dibuat oleh-Nya. Perjanjian baru yang dibuat karena darah Yesus yang tercurah di kayu salib telah membuat semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, tapi beroleh hidup yang kekal. Mengapa? Karena Yesus telah menanggung SEMUA hukuman atas dosa di atas kayu salib itu, di tubuh-Nya sendiri. Tepat seperti apa yang terjadi di kitab Esther. Aturan baru yang dibuat oleh raja, membuat bangsa Yahudi selamat dari pembantaian. LUAR BIASAAAA kasih karunia Tuhan itu, kemurahan Tuhan atas hidup kita karena kematian Yesus di kayu salib.

Di bis, dalam perjalanan pulang ke mess, aku mengerti sekali apa itu kemurahan. Hm… hal ini tidak selesai sampai di sini. Bagaimana dengan kebaikan? Apa bedanya dengan kebaikan?

Sesampainya di mess, via telp, aku ngobrol dengan Eci. Dia cerita… ada sejenis drama musical yang dia hadiri bersama dengan Intan. Nah, wkt ngantri mau beli tiket masuk, tiba-tiba ada orang yang memberikan tiketnya ke mereka berdua karena orang tersebut kelebihan tiket. Intan cukup kaget dan bengong karena kejadian ini. Mereka pun akhirnya nonton drama musical ini dengan tiket dari orang tersebut.

Itu yang dinamakan dengan kebaikan. Sesuatu yang bersifat baik yg kita terima dari orang lain atau pihak lain. Dalam hal ini, kita tidak melihat apakah Eci dan Intan layak menerima tiket tsb atau tidak karena toh mereka juga sedang ngantri buat beli tiket. Uang utk beli tiket pun mereka punya. Tp mereka menerima tiket ini dari orang lain. Itulah kebaikan.

Aku kurang pandai menjelaskan suatu definisi dari sebuah kata. Tapi aku rasa, contoh2 di atas cukup jelas untuk menjelaskan apa beda kebaikan dan kemurahan.

Sukacita yang luar biasa karena Tuhan ajari aku dengan jelas sekali di masa training MR di mess-bis-kantor ttg kemurahan dan kebaikan-Nya. Aku bisa bilang sekarang, aku hidup sampai hari ini, itu karena kebaikan-Nya, itu karena His favor, His unmerited favor in my life.

Segera setelah semua menjadi jelas bagiku, aku kembali hubungi anak rohaniku itu untuk menjelaskan kepadanya apa itu kebaikan dan apa itu kemurahan.  Luar biasa Tuhan kita, Dia menjelaskan dengan sederhana hal-hal yang kita tanyakan kepada-Nya dengan segenap hati.

4 Responses to Pelajaran di tengah Ujian

  1. femi says:

    i like this (pasang jempol)

  2. Margaretha says:

    hahaha….
    versi lengkapnya sudah kubaca…🙂

  3. Excellent blog you’ve got here.. It’s difficult to find quality writing like
    yours nowadays. I really appreciate people like you! Take care!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: