Learn from Abraham’s Natural Seed

Di kesempatan ini, aku tidak menulis sebuah kesaksian, bukan pula sebuah pengajaran. Aku menulis karena aku sedang belajar dalam hal ini. Tulisan di bawah ini dibuat dengan tujuan untuk terus mengingatkanku akan hal yang sedang kupelajari, atau lebih tepatnya, mengingatkanku akan apa yang sedang Tuhan ajarkan kepadaku akhir-akhir ini. Jika Anda membacanya, mungkin Anda pun sedang Dia bawa untuk belajar, mengerti, dan memahami…bahkan melakukannya.

Di awal 2010 sampai hari ini, Tuhan bawa aku untuk semakin memahami, mengenal, dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Maksudnya, betapa aku adalah anak yang dikasihi oleh Tuhan, betapa pengorbanan Yesus di kayu salib telah menyelesaikan segala sesuatu yang buruk dalam hidupku dan Dia menggantikannya dengan segala berkat rohani jasmani, membuatku hidup dalam damai sejahtera, sukacita, kesehatan ilahi, dan kelimpahan dalam segala sesuatunya. Yesus telah dihukum di kayu salib atas dosa dan kesalahanku sehingga hidup yang kuhidupi sekarang di dalam Kristus adalah hidup oleh iman, hidup yang tidak lagi mengalami penghukuman, hidup yang penuh dengan kemenangan. Aku adalah orang yang telah dibenarkan oleh Allah. Hal ini benar-benar memerdekakanku, membuatku kuat di dalam kasih karunia-Nya yang besar dan berlimpah-limpah. Sebagian kecil tentang kasih karunia telah kutulis di blog ini pada tema ‘grace’. Anda dapat membacanya dan mengalaminya secara pribadi dalam hidup Anda. Aku sadar betul, bahwa sebelum aku membangun sebuah rumah/bangunan rohani dalam kehidupanku, pondasi yang kupunya haruslah benar-benar kuat, dan pondasi itu adalah berita akan salib Kristus yang benar-benar berakar kuat dalam hidupku. Setelah itu, bangunan yang sesungguhnya dapat dibangun dengan baik.

Dalam 1 minggu ini, pada beberapa kesempatan yang ada, melalui berbagai sumber, aku memahami, Tuhan sedang membawaku untuk belajar tentang bangsa Israel di masa ini. Ada hal menarik di situ yang kurasa perlu kita perhatikan sama-sama.

Kepada Abraham, Tuhan menyatakan berkat juga kepada keturunannya, kepada anak cucunya, yang saat ini disebut sebagai bangsa Israel, kaum Yahudi. Jika kepada keturunan alami Abraham Tuhan berkati berlimpah-limpah, apalagi kita sebagai bangsa Israel rohani yang dicangkokkan ke pohon zaitun yang sesungguhnya yaitu Yesus Kristus (Rm 11). Mari kita lihat keturunan jasmani Abraham, bangsa Yahudi, orang Israel asli. Pernahkah engkau berpikir betapa sebuah Negara yang sangat kecil ini telah menghasilkan orang-orang hebat di banyak segi kehidupan? Israel telah menghasilkan para investor dunia yang hebat, para pemikir, pemusik, pengusaha, ilmuwan, doctor, sarjana, para ahli filsafat.

Here are just some of the Jews whom you may have heard of:

–          The Rothchilds of Europe who revolutionized banking.

–          Albert Einstein, whose theories resulted in numerous inventions and breakthroughs, and whose famous equation, e = mc2, revolutionized the scientific world.

–          Alan Greenspan, who was the chairman of the Federal Reserve of the United States form 1987 to 2006.

–          Steven Spielberg, who is easily Hollywood’s most successful director and producer.

–          Levi Strauss, whose company is now probably the most recognized jeans manufacturer in the world.

–          Stan Lee, whom millions of comic book fans know as the man behind the likes of Spiderman, -Men, The Incredible Hulk, The Fantastic Four, and Iron Man.

–          Paul Allen, who co-founded Microsoft with Bill Gates.

–          Johann Strauss II, a celebrated composer who composed over 170 waltzes, including The Blue Danube and Emperor Waltz.

–          Yehudi Menuhin, who is commonly considered one of the 20th century’s greatest violin virtuosi.

Aku bisa jadi tidak setuju dengan moralitas beberapa orang Yahudi terkenal itu, namun faktanya bahwa dalam jajaran data pencapaian dan kontribusi mereka pada kemanusian dunia terus berlanjut. Untuk sebuah populasi yang kecil, mereka telah menghasilkan orang-orang yang secara jumlah, meraih penghargaan Nobel dunia. Menurut beberapa laporan yang ada, ada lebih dari 750 penghargaan Nobel yang telah diberikan dari 1901 sampai 2008, dan sekitar 163 peraihnya (atau sekitar lebih dari 21% nya) adalah orang Yahudi. Berdasarkan persentase jumlah penduduk usia di atas 30 thn dan memiliki gelar kesarjanaan, penduduk Israel memiliki jumlah penduduk di atas 80% yang memasuki kriteria tersebut. Negara ke 2: Jepang, tp ga sampai 60 % dari jumlah penduduknya yang masuk dlm kriteria itu. Ketika CEO besar dunia didata, maka CEO  yang menguasai seluruh dunia, orang yang menghandle sebuah perusahaan, menentukan keputusan sebuah perusahaan, menentukan ekonomi sebuah negara: di antara semua perusahaan besar, 70% CEO yang paling baik adalah Israel atau orang Yahudi yang memiliki keturunan lurus dari Israel.

Disimpulkan: Israel adalah negara terpandai yang menguasai dunia dengan jumlah orang yang sedikit sekali di dalam negara tersebut.

Bagaimana mereka menjadi orang-orang hebat dan pandai? Karena kapasitas mereka diperbesar dengan sadar:

–          Mereka tidak pernah hanya membaca kitab Taurat, tp mereka harus menghafal Kitab Taurat. Umur 12 tahun, jika mereka ingin dapat kain khusus tanda lulus, masuk ke ruang kudus dengan penuh kebanggaan, maka hal itu diberikan kepada mereka benar-benar yang menghapal Kitab Taurat

–          Satu-satunya Negara yang mewajibkan wajib militer pada semua penduduknya, laki maupun perempuan pada umur 17 tahun. Sekolah militer berlangsung selama 3 tahun. Hanya boleh tidur selama 4 jam, dilanjutkan 5 jam utk belajar semua ilmu yang terbaru/tercanggih, 4 jam latihan badani: berenang, terjun payung, lari, dll sehingga memiliki stamina terbaik. Mereka dilatih untuk mengemudikan semua jenis kendaraan mulai dari kendaraan biasa, kendaraan tempur, dan juga pesawat. Dapat dibayangkan betapa setiap individunya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam segala hal sejak masa mudanya? Hanya karena mereka BELAJAR dan tidak berhenti belajar dalam segala hal.

–          Orang cacat pun wajib militer, kecuali bagi mereka yang cacat mental.

–          Dilanjutkan 2 tahun di universitas untuk mendapat gelar S1.

Kapasitas mereka benar-benar diperbesar.

As spectacular as the achievements of the Jews are, they are only experiencing a trickle and a residue of the blessing of Abraham. Many of them don’t know Jesus and only have the shadow. How much more should you and I, who have not the residue but the full substance of Jesus in our lives, expect!

Kita adalah bangsa Israel secara rohani karena darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Janji berkat Allah kepada keturunan Abraham juga diberikan kepada kita (Roma 4:13-16)

Rom 4:13-16  Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.  (14)  Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.  (15)  Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.  (16)  Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, —

Berkat Tuhan kepada Abraham diberikan juga kepada orang percaya di perjanjian baru. Itu adalah milik kita! Hence, the secret to walking in the blessing of Abraham in your life is to stop trying to deserve it. Instead, exercise your faith to believe that you are righteous through Jesus’ finished work. The more righteousness-conscious you are, the more blessing you will experience.

Nah, dalam hal ini, aku belajar seperti ini… Aku adalah anak yang diberkati Tuhan. Jika bangsa Israel jasmani, orang Yahudi, dapat menjadi sedemikian pintarnya karena mereka banyak belajar di banyak segi kehidupan, mengapa tidak kita sebagai orang Israel rohani juga belajar dari banyak segi kehidupan. Berhenti membuang waktu dengan percuma, dengan tidur siang, jalan-jalan ke mall tak tentu arah! Dan mulai manfaatkan semua waktu dan sumber daya yang Tuhan kasi dengan baik untuk belajar. Dia mau anak-anak-Nya pintar. Menguasai banyak lini kehidupan. Mengapa tidak, aku mengasah otakku dengan lebih lagi, belajar sana sini, baca firman dan menghafalnya, memiliki stamina tingkat tinggi dengan cara olahraga teratur, belajar nyetir mobil, atau bahkan belajar nyetir pesawat tempur jika memang perlu. Wow…!! Ada banyak hal yang kita peroleh karena kita memang penuh keahlian dan ditambah kasih karunia Tuhan yang luar biasa melingkupi hidup kita.

Maksudku di sini, aku dah terlalu banyak buang waktu dengan percuma. Akhir jaman sudah semakin dekat. Musibah, gempa bumi di mana-mana. Gunung-gunung mulai aktif, Tuhan Yesus akan segera datang…dan aku masih bermalas-malasan??? TIDAKKK….!!! Ini waktunya untuk lebih giat….!!  Ini waktunya untuk memperbesar kapasitas.

Memperbesar kapasitas tidak bicara tentang menggunakan kekuatan sendiri untuk menjadi lebih diberkati dan memberkati. Tidak! Yang dimaksud di sini adalah…andaikan berkat Tuhan adalah air sebanyak lautan.Tuhan dengan segala kemurahan kekayaan kasih karunia-Nya dengan segera mengalirkan berkat-Nya kepada kita. Namun, tempat air yang kita punya hanyalah sebesar gelas minum. Maka, mau berapapun berkat Tuhan yang mengalir, yang dapat kita terima adalah sebesar gelas air minum. Andaikata kita pergi dan mengambil ember, maka air sebanyak besarnya ember itu lah yang dapat kita terima. What if I challenge you to make a large swimming pool…maka kita akan menerima berkat Tuhan sebesar kolam renang yang kita buat itu..dan pada akhirnya, kita dapat mengalirkan air berkat Tuhan yang sebanyak kolam renang itu kepada lebih banyak lagi orang daripada air yang kita miliki sebanyak 1 gelas air minum. Andaikan ayah kita mau datang ke rumah kita, maka kursi yang kita siapkan adalah kursi seukuran dengan ayah kita. Kita tidak mungkin menyiapkan kursi bayi/anak kita untuk diduduki oleh ayah kita tentunya. Itulah maksudnya, kenapa tidak kita memperpesar kapasitas kita.

Ini waktunya untuk aku lebih giat lagi berdoa, baca firman, pergi dan memberitakan kabar baik, belajar banyak hal sehingga dapat menjadi berkat di banyak segi kehidupan. Kalau Israel jasmani dilatih berperang, aku pun berlatih berperang secara rohani. Di mana aku berada, roh jahat harus menyingkir, dan kemuliaan Tuhan harus terbit di mana pun aku berada. Dalam segala hal yang aku lakukan, roh jahat harus menyingkir. Ini waktunya peperangan, dan kemenangan sudah pasti di pihak anak Tuhan.

NB: beberapa hal yang saya cantumkan di atas merupakan rangkuman dari yang pernah saya dengar atau baca, rekan-rekan pun dapat meneliti sendiri rahasia kecerdasan orang yahudi/israel di bbrp situs, website, ato search engine yang ada. misal: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.jewishmag.co.il/115mag/smartjews/smartjews.htm

One Response to Learn from Abraham’s Natural Seed

  1. Margaretha says:

    aku pernah terjebak masuk ke toko buku yg ternyata isinya buku-buku rohani xxx.. ckckck itu mah judul bukunya teh meuni hujatan-hujatan dan ada 1 buku yg isinya tokoh2 (yg aku inget ada beckham sama penemu facebook)judulnya “sial kenapa mereka ketutunan Yahudi”

    untung dibaca di hari jumat, jadi semakin berpikir keras sabtu minggu mau ngapain..hahaiiii….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: