It’s an honor for me

September 4, 2017

Untukmu, yang ga pernah berhenti menjadi seseorang yang selalu ada..

Di tengah euforia semua org yang sangat berbahagia di hari pernikahan mu kemarin ci.
Kadang Aku lebih memilih duduk dan terdiam beberapa saat. bahkan di saat2 melihat setiap prosesi yang ada, aku berdiri di pojok setiap ruangan, memperhatikan dan mengusahakan semua memori itu tetap dan ga akan hilang dari ingatanku.

Kadang di sela acara, aku tertawa terbahak bahak dengan yang lain. Suasana Heboh. Terlihat melonjak girang. Namun sebenarnya, Hatiku takut. Aku menangis di dalam hati sambil bergumam, “masih akan selalu adaa ga ya cici itu? Masih akan tetap keep contact kaya dulu ga ya kami?” well ya.. Aku merasa kehilangan. Wkwk aneh memang. But anyone will never know how much it feels, when they are not veryyyyy close to someone, especially their spiritual leader…..

Dia yg berbahagia ini, adalah org yang tidak pernah menyerah menghadapi seorang Rita yang keras kepala dan moodyan, dia yang melakukan segala cara untuk bahkan bertatapan muka denganku, untuk membuat ku tersenyum di saat tidak ada alasan untuk tersenyum, dia yang ga pernah absen nge chat selamat pagi dan selamat malam, yang memberiku nama “Yohannah”, memasak apapun yg ingin kumakan, mengerti apapun dalam hatiku bahkan sebelum aku cerita, lawan debat, teman diskusi ttg firman Tuhan, temen bikin rusuh dan gila gilaan bareng, temen minum dan makan sampe ga sanggup makan lagi, sekarang dia udah ketemu cuami. Udh berdua. *ciaaaaa* 😅😅😅Wkwkwk

Dia rekan sekerjaku di dalam Kristus. Dia sahabat terbaik. Dia, kaka ketemu gede. Tapi aku lebih suka memanggilnya, ibu ku di dalam Kristus…

Ibu, selamat ya. Bahagiamu, bahagiaku. Aku bersukacita sekaligus sedikit sedih harus berbagi dgn yang lain WKWKWKWKWKW *ngga deng becanda ah wkwk* 😅😅😂😂

semoga, suara anaknya nanti seperti suara emasku yang menentramkan setiap orang yang mendengarnya hahahahahahaha. Itu aja. Wajahnya, rambutnya, apalagi hidungnya, tolong jangan menyamai aku. Wkwkwkwk

SEKALI LAGI, SELAMAT YAAAA! It’s an honor for me to be a Bridesmaid….

-sebuah tulisan penuh cinta dari anak rohaniku utkku-

Advertisements

Terkadang kita merasa..

June 4, 2015

Dlm sebuah siaran kotbah di tv, hamba Tuhan ini berkisah..

Ada sebuah desa di Israel, penduduknya mencintai jam mulai dari jam tangan, jam dinding, jam meja dll. Tidak ada satupun warganya yg tidak mempunyai jam. Namun tidak ada tukang jam sama sekali di desa itu. Ada bbrp org di situ yg sangat mencintai jam miliknya shg bahkan dlm keadaan rusak/mati pun jam nya selalu dibersihkan lalu diputar knop nya setiap hari. Setelah sekian thn berlalu, dtglah seorang tukang jam ke desa tsb. Segera penduduk desa menservis atau mencoba memperbaiki milik mrk yg bermasalah kpdnya. Di antara semua jam yg dicoba utk diperbaiki, hanya jam milik penduduk yg rajin membersihkan dan memutar knop nya lah yg berhasil diperbaiki.
Salah seorang pemirsa tv ini segera bertindak sesuai dgn nilai moral yg ditangkapnya. Diambilnyalah laptop tercanggihnya yg selama ini diterlantarkan nya di balik lemari pakaian itu… lalu segera dicharge baterenya.

Kurasa…nilai moral nya ga demikian deh. Hehehe…

Di akhir kotbahnya hamba Tuhan ini menjelaskan…sebenarnya yg ingin dia sampaikan adl.. baca lah firman tiap hari.

Analoginya apa… nilai.moral yg diterapkan apa pula oleh si pemirsa itu.
Terkadang kita merasa…


Makan roti

May 3, 2015

I’d like to share something to you.

Km pasti ingat cerita Yesus memberi makan 5 rb org laki2 blm termasuk wanita dan anak2. Di kisah itu.. ada 5 roti dan 2 ikan yg Yesus pegang dr anak kecil. Apa yg Yesus lakukan. Dia angkat makanan itu, Dia mengucap syukur kpd Bapa atasnya lalu Dia memecah2kan roti itu lalu memberikannya kpd para murid utk dibagikan ke org2 yg lapar. Sisa rotinya .. 12 bakul.

Tiba2 aku mengerti sesuatu…

Roti ini, yg biasa cm dianggap 5 roti-sesuatu yg ada pd kita utk dipakai Allah- ternyata bicara ttg tubuh Yesus.
Tubuh Yesus yg dipecah2kan utk mjd makanan bg kita. Ketika Ia disalib untuk menebus dosa kita, pada saat itulah tubuhNya dipecahkan.

Lukas 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

TubuhNya keliatan ‘sedikit’, hanya 5 roti’. Namun tubuh yg dipecahkan ini bs memenuhi kebutuhan ‘lapar’ nya setiap kita semua bahkan sampe bersisa2. Yg km butuhkan adl kesehatan, teman hidup, damai sejahtera dalam keluarga, keuangan, atau yg lain? Tubuh-Nya lbh dr cukup utk memenuhi kebutuhanmu…apapun kebutuhan ‘lapar’mu saat ini, more than enough.

Yohanes 6:9, 11-13
9 “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Jesus is for you!


Mengapa Mereka Benyanyi Dihadapan Eksekusi Mati

May 1, 2015

Wahyu ‘wepe’ Pramudya
30 Apr 2015 | 10:08

Sumber: Hukuman Mati (sumber tribunnews)

“Mengapa mereka bernyanyi di hadapan eksekusi mati, Pak Pendeta?” demikian bunyi sebuah pesan di inbox akun facebook saya. “Apakah Pak Pendeta tahu laguAmazing Graceyang mereka nyanyikan di hadapan para eksekutor yang mengarahkan senjata api pada mereka?”

Beberapa pemberitaan media massa di dalam dan luar negeri mengisahkan tentang para terpidana mati yang bersama-sama menyanyikan laguAmazing Gracedan dilanjutkan dengan laguBless the Lord O My Soul.Dengan mata tetap terbuka mereka menyanyikan lagu ini hingga senjata api menyalak dan kematian pun menjemput.

Mengapa mereka bernyanyi di hadapan hukuman mati? Saya tidak tahu pasti. Saya tak pernah bersentuhan langsung dengan para terpidana mati ini. Saya hanya membaca kesaksian dari rohaniwan yang mendampingi dan dari sesama narapidana yang pernah menjadi rekan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Hidup duobali nineberubah dalam perjumpaan dengan Yesus Kristus selama dalam penjara. Di media online ada banyak kisah tentang para terpidana mati ini, khususnya Andrew Chan. Ada sebuah percakapan menarik yang dirilis oleh situs dailytelegraph :

Rothfield:How do you handle ur situation. I couldn’t sleep if it was me. (Bagaimana kamu mengatasi situasi ini. Saya tidak dapat tidur jika ada dalam situasi seperti itu.)Chan:Honestly Jesus. Basically 10 years ago I was going to kill myself. Something happened, something I never believed in my whole entire life. That there is a God and he existed and he is real.(Sejujurnya Yesus. Pada dasarnya 10 tahun yang lalu saya akan bunuh diri. Sesuatu terjadi, sesuatu yang tidak pernah saya percayai seumur hidup saya. Ada Tuhan dan Ia ada dan Ia nyata)

Mengapa mereka bernyanyi di hadapan hukuman mati? Bagi Andrew Chan mungkin itu adalah nyanyian proklamasi imannya. Penemuannya di dalam penjara bahwa Allah bukan sekadar ada, tetapi nyata kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Kesadaran akan kehadiran Allah yang telah menopang dan mengubahkan hidup Andrew Chan selama sepuluh tahun ada di penjara. Perubahan yang disaksikan sesama tahanan dan para penjaga penjara. Chris Makin, seorang penulis untuk biblesociety.org, yang berkesempatan mengunjungi Andrew Chan dalam penjara Kerobokan, Bali menulis : “Currently Andrew leads the Christian church inside Kerobokan prison. From preaching to worship leading, pastoring to evangelism, he uses his days in service of the Lord. To ensure the longevity of the ministry in the prison, Andrew is training leaders to carry on the work of the Lord in Kerobokan.” (Saat ini Andrew memimpin gereja Kristen di dalam penjara Kerobokan. Dari berkhotbah sampai memimpin pujian, menggembalakan sampai menginjili, ia menggunakan hari-harinya untuk melayani Tuhan. Untuk memastikan keberlangsungan pelayanan dalam penjara, Andrew melatih para pemimpin untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan di Kerobokan).Dalam sebuah wawancara yang dimuat sebuah media, Andrew Chan mengungkapkan pergumulannya setelah mendengar berita bahwa ia dijatuhi hukuman mati. “When I got back to my cell, I said, ‘God, I asked you to set me free, not kill me.’ God spoke to me and said, ‘Andrew, I have set you free from the inside out, I have given you life!’ From that moment on I haven’t stopped worshipping Him. I had never sung before, never led worship, until Jesus set me free” (Ketika saya kembali ke dalam sel penjara, saya berkata,’ Tuhan, saya meminta untuk membebaskan saya, bukan membunuh saya.’ Tuhan berbicara kepada saya,’ Andrew, Aku tela membebaskanmu dari dalam keluar, Aku telah memberikanmu hidup!’ Dari saat itu, saya tidak pernah berhenti memuji-Nya. Saya tidak pernah bernyanyi sebelumnya, tidak pernah memimpin pujian, sampai Yesus membebaskan saya.”Nyanyian adalah ekspresi pengalaman iman. Bukankah di hadapan kematian tak ada bekal apapun yang dapat kita bawa selain dari iman? Iman yang menggerakkan hati dan bibir untuk bernyanyi dan memuji-Nya bahkan di hadapan hukuman mati.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Amazing Grace adalah sebuah lagu pujian populer ratusan tahun dalam komunitas Kristen. Kekuatan lagu ini barangkali terkait dengan pengalaman bersama sebagai orang percaya : di dalam kesalahan dan keberdosaan, kasih karunia Allah itu nyata. Lagu ini ditulis oleh John Newton (1725–1807), seorang penjual budak, penjudi dan pemabuk yang menyadari kebesaran kasih karunia Allah di dalam hidupnya. Setelah pertobatannya, dalam jatuh bangun kehidupan imannya, Newton akhirnya memutuskan untuk melayani Tuhan sebagai pendeta.

Silakan menyimak bait pertama dari lagu Amazing Grace
Amazing Grace, how sweet the sound,That saved a wretch like me.I once was lost but now am found,Was blind, but now I see

Terjemahan bebas tanpa memperhitungkan notasi adalah : Kasih karunia yang menakjubkan. Betapa Indah terdengarnya. (Kasih Karunia) yang menyelamatkan orang jahat seperti saya. Saya pernah terhilang, namun kini ditemukan. Buta, namun kini melihat.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Barangkali lewat lagu ini mereka ingin mengungkapkan kesadaran akan kelamnya perjalanan hidup, sekaligus cerahnya kasih dan pengampunan Tuhan. Di hadapan hukum mereka dinyatakan bersalah. Eksekusi mati adalah ganjaran yang bagi sebagian orang dianggap adil atas kesalahan tersebut. Hanya di hadapan Tuhan, mereka dapat memohon bukan keadilan, tetapi pengampuan-Nya. Barangkali itulah alasan mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace : ketika pengampunan itu tak mereka dapatkan dari manusia, satu-satunya harapan mereka adalah Sang Pencipta Kehidupan.

Mengapa mereka bernyanyi Amazing Grace di hadapan eksekusi mati? Barangkali mereka sedang merayakan pengampunan Tuhan, Sang Pencipta kehidupan, di tengah hukuman mati yang diputuskan oleh sesama manusia.

Para terpidana mati itu bukanlah pahlawan. Mereka telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Mereka telah ikut berkontribusi merusak kehidupan orang-orang lain. Mereka adalah penjahat. Sama seperti penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.Seorang penjahat yang menyadari kesalahannya menegur rekannya,” Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Kemudian, ia menatap Yesus dan memohon, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Kepada penjahat yang mengakui kesalahannya ini, Yesus menjawab,” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Amazing grace. How sweet the sounds.

*) Wahyu ‘wepe’ Pramudya adalah pendeta GKI Ngagel Surabaya. Proyek pelayanan terakhirnya adalah Renungan

ARTIKEL TERKAIT
Mengapa Mereka Benyanyi Dihadapan Eksekusi Mati?


Harmoni untuk-Mu

April 28, 2015

Aku benci menjadi lemah! Aku benci menjadi lemah! Diam tak berdaya..mengharapkan bantuan orang lain bahkan utk memakai bajuku sendiri. Tangan kiriku blm dpt dipakai sejak kecelakaan itu. Orang di dekatku bahkan tidak mengijinkanku kembali naik motor sekalipun itu hanya sekedar membonceng. Kurang apa lagi…ini aja aku sdh di rmh nonstop, tak melihat dunia luar.

image

Ya, aku rindu bs beraktifitas spt dulu. Bepergian naik motor dr pagi sampe mlm, kulakan barang toko, ngangkat2 barang, memberi kejutan kpd yg ku sayang, datengin rumahnya, and give another surprise utknya… Sekalipun hampir semuanya sekarang msh bs dilakukan dgn bantuan org di sekitarku… namun 1 yg tdk bs mrk lakukan utkku.. memetik gitar di dlm sebuah harmoni pengagunggan utk-Mu, Kekasihku. Mrk tdk bs memetiknya spt aku memetiknya utkMu dgn segenap hati dan kekuatanku…sekalipun jariku hrs lecet krn itu, gpp. Aku ingin sekali melakukannya lagi….ingin sekali, Dei.

Kembalikan tangan kiriku! Kembalikan tulangnya, rekatkan lagi! Pulihkan kekuatan otot tanganku! Lancarkan aliran darahnya! Persendian ini..belokkan spy aku dpt pegang kembali gitar itu! Aku ambil stok tangan kiriku di gudang-Mu!! Kutukarkan dgn yg ada skr. Bukankah bilur-Mu sdh menanggungnya? Dgn menitikkan air mata aku meminta, Dei..karena Kau sayang samaku. Maka aku menerimanya.

Karena kuingin memetiknya lg…utk-Mu, Kekasihku.

image


Kasih Percaya Segala Sesuatu

April 27, 2015

1 Korintus 13:7  Ia (Yesus/kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ams 31:10-31. Sebuah tulisan Salomo ttg seorang isteri yg cakap. Para wanita ingin bisa seperti itu. Para suami pun berharap punya isteri yg seperti ini. Anak2 gadis belajar smua keterampilan spy bs mjd seperti itu… ya ini ttg isteri yg cakap ktnya.

Di alkitab, perempuan selalu bicara ttg gereja. Isteri adl kamu, dan suami adl Sang Mempelai Laki-laki, Yesus Ayat ini bicara ttg hubungan Yesus dan jemaat. Jemaat Tuhan bs mjd spt yg tertulis di Ams 31 ini. Para isteri pun bisa. Gmn caranya? Perhatikan di :

Ams 31:11  Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Ini satu-satunya ayat di tengah Ams 31 di mana Sang Suami melakukan sesuatu thd sang isteri. Kuncinya ada di situ. Yesus mempercayaimu, mempercayai jemaatNya. Di dlm cinta yg besar ada kepercayaan yg besar. Yesus sgt mncintaimu, Dia naik ke kayu salib itu utkmu. Dia sgt mempercayaimu dlm mjd mempelai wanitanya.

Terimalah kenyataan itu. You’re loved!! You can be trusted!! Otomatis…seorang mempelai wanita/grj akan berbuat yg terbaik utk rumah tangganya saat dia sadar dirinya dicintai/dipercaya oleh suaminya. Gereja Tuhan, sadarlah, ijinkan dirimu dicintai, dipercaya oleh Kekasihmu. Sedikitpun Dia tdk menuntutmu….Dia memberimu cinta, kepercayaan. Maksimalkan itu.


Another Hallo

April 7, 2015

Hallo….!!
Gairahku untuk menulis hilang lenyap selama bbrp tahun terakhir ini. Ya, itu adl masa2 yg kurang enak utkku scr pribadi. Kurang mood utk menulis, bisa jadi. Kurang wkt yg cukup utk mengetik, bisa juga. Tidak punya kesempatan yg cukup utk merenung, mungkin saja. Sebenarnya ada banyak kisah antara aku, diriku, kamu, mereka, dan Allahku yg panjang sekali utk diceritakan di blog ini. Nanti klo ada kesempatan, kucoba utk review ulang di tulisanku berikutnya.

Yang pasti skr adl, I’m back..here. Seseorang dlm hidupku tanpa sadar membangkitkan kembali bbrp passion yg sdh lama terkubur. Passion utk hidup bebas, passion utk berekspresi apa adanya just like the real me, passion utk melayani banyak orang, passion dlm hal seni yg tidak banyak ini krn aku cm punya sedikiiit sense of art . No matter what…passion utk menulis pun muncul kembali. Thank you, bocah… I’ll write about you someday in a special case. Hehe…

Sekali lg… Hallo, blog..I’m back.