KETEPATAN untuk NAIK dan bukan TURUN

July 23, 2011

Seorang rekan pernah bilang, ‘Enak ya klo sudah jadi pimpinan.’ Hampir setiap orang di antara kita pun ingin naik ke level yang lebih tinggi, misalnya dalam hal kerjaan, dalam hal pendapatan, dalam hal tanggung jawab di keluarga maupun di pelayanan, dll. Apakah itu salah? Tentu tidak. Bahkan Tuhan bilang klo setiap kita yang di dalam Tuhan akan terus naik dan tidak menjadi turun. Hanya saja kita perlu hati-hati karena semakin naik kita, maka ‘angin badai’ pun semakin kuat untuk membawa kita jatuh atau turun. Kita perlu benar-benar hati-hati dan waspada sehingga tidak menjadi turun atau jatuh.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

(Ulangan 28:13)

 

Tentunya, saat orang mau naik ke level selanjutnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya lulus ujian tertentu, dan jika gagal di salah satu syarat itu ya bakalan susah banget buat naik level.  Misalnya, klo njawab ujian tidak tepat, berarti salah kan jawabannya. Hal itu bisa bikin nilai ujian jadi merah terus gak naik kelas. Ini berarti sebuah ‘ketepatan’ akan membuat Anda bisa naik ke tempat yg Anda inginkan, dan sebuah ketidaktepatan bakal bikin Anda gagal.

Ada hal menarik yang saya barusan mengerti tentang sebuah ketepatan/ketidaktepatan dalam membuat kita naik di dalam Tuhan, dan saya ingin membagikannya di sini.

Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

(2Taw 26:4)

Namun yang dimaksudkan ‘tepat seperti  yang dilakukan Amazia, ayahnya’, itu justru tidak tepat karena Amazia, ayah Uzia, hanya melakukan apa yang benar di mata Tuhan tetapi tidak dengan segenap hati. 2 Taw 25:2

Hari-hari ini Tuhan mau untuk kita belajar bukan hanya melakukan apa yang benar namun disertai dengan ketepatan. Banyak anak Tuhan menunda melakukan apa yang Tuhan perintahkan, sehingga semua yang dilakukannya itu tidak berdampak dan menunjukkan hasil yang kuat. Dalam rangka kita naik dan tidak turun, melakukan yang benar sekalipun jika tanpa di dalam ketepatan adalah sia-sia. Misalnya, kita menunda untuk berangkat ke sekolah, tentu akibatnya masih tidak fatal. Tetapi kalau harus mengoperasi jantung dan itu ditunda maka akibatnya akan fatal dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa seseorang. Jika Anda masih sekolah kedokteran bedah, saudara berangkat sekolah telat 10 menit itu tidak masalah. Namun, begitu Anda sudah menjadi dokter jantung, Anda diberitahu pasien sudah gawat darurat dan harus dioperasi, lalu Anda terlambat berangkat, janji operasi jam 9 dan sudah disiapkan, Anda baru berangkat jam setengah Sembilan karena menunda dan belum lagi terkena macet sehingga baru tiba 2 jam kemudian, bisa-bisa pasien sudah meninggal duluan sebelum Anda tiba di ruang operasi. Apa yang dilakukan sama-sama menunda, tetapi waktu Anda sekolah kedokteran, itu tidak menjadi masalah, tetapi ketika Anda sudah menjadi dokter, itu bisa jadi masalah. Ketepatan (missal: ketepatan waktu, ketepatan bertindak, dll) sangat diperlukan jika Anda ingin naik di dalam Tuhan. Saya harap Anda mengerti dalam hal ini.

Begitu juga dalam hal belajar menembak. Kita sama-sama memegang senapan. Pada waktu Anda belajar menembak, tidak menjadi masalah jika tembakannya tidak kena sasaran karena pasti hanya akan kena pohon di dekatnya. Tetapi pada saat Anda masuk dalam peperangan yang sesungguhnya, ketika Anda menghadapi musuh yang ada di depan Anda dan menembakkan peluru kepadanya tetapi malah menyimpang dan mengenai teman Anda, maka musuh dapat dengan mudahnya menembak mati Anda. Ada 1 titik di mana ketidaktepatan akan berakibat fatal. Dan saat ini adalah masa di mana Anda harus belajar dalam ketepatan.

Daud menjadi berhasil dalam peperangan, dalam memimpin Israel sebagai raja karena dia tau apa namanya ketepatan. Dalam setiap kesempatan perang, dia selalu tanya dulu ke Tuhan utk siasat apa sebaiknya yang digunakan dalam perang itu. Apakah Tuhan menyertai untuk memberikan kemenangan. Daud, seorang yang takut akan Tuhan, seorang yang diurapi, menjadi berhasil karena Daud menggabungkan pengurapan, penyertaan Tuhan, keahlian berperang, kecakapan seorang raja, dan ketepatan dalam bertindak. Daud menggabungkan semuanya dengan sangat baik.

Ada beberapa orang masih terus santai dan mereka berpikir mereka bisa bermain-main dalam ketidak-tepatan dan ketidak-tahuan. Akan ada satu titik di mana sudah tidak ada lagi kesempatan kedua untuk mengulang semua itu.

Saya berdoa, setiap kita menjadi orang-orang yang menghargai sebuah ketepatan (tepat waktu, tepat sasaran, tepat strategi berperang/bekerja/pelayanan, tepat dlm banyak hal) sehingga dapat dengan mudah Tuhan membawa kita naik ke level berikutnya. Naik dalam pelayanan, dalam pendapatan, dalam pekerjaan, dalam pengurapan, dalam segala sesuatunya karena itu adalah destiny kita…tetap naik dan tidak menjadi turun.

 

Ordinary to be extraordinary – by His Grace

Glory to God


Leader and the Protection

November 16, 2010

Beberapa hari yang lalu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, datang ke Indonesia. Ada mobil dan kendaraan kepresidenan khusus yang dipersiapkan untuk beliau, tentunya dengan memberikan fasilitas keamanan tingkat tinggi kepada Presiden. Dalam setiap kunjungan kenegaraan, dalam setiap keberadaan presiden atau kepala negara, saya melihat ada keamanan yang begitu ketat dipersiapkan untuk melindungi pemimpin tertinggi ini.

Tiba-tiba, sebuah suara jauh di dalam hati saya Tuhan bilang gini… ‘Kamu lihat klo leader di dunia ini perlu perlindungan? Kamu perlu bangga, Nak.. karena Tuhan Yesus yang kamu sembah, Raja segala raja, Dia tidak memerlukan perlindungan dari ciptaan-Nya. Justru Dia lah yang memberikan perlindungan itu, Dia lah yang menjamin keamanan rakyat-Nya.’ Raja segala raja yg aku sembah, Dia yang memastikan, menjamin bahwa Dia ada di pihak kita, maka tidak ada satu pun yang dapat menjadi lawan kita.

Rom 8:31  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Mzm 27:1-5  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (2)  Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.  (3)  Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.  (4)  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.  (5)  Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

Air mataku mengalir penuh ucapan syukur, karena aku sadar, Tuhanku luarrrrr biasa. Dia bukan yang meminta keamanan dari kita, justru Dia yang memberikannya itu pada kita. Tengkyu Jesus… Mazmur 91 menjadi bagianku karena Engkau melakukannya bagiku.


I’m blessed by the way you live…

November 15, 2010

Hm… jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 8 tahun kita gak bertemu. Senang bs kontak lg denganmu bbrp kali meski sangat singkat di selang 8 thn ini. I just wanna share something…

Kita sekelas wkt di kelas 3 SMU, sebelumnya kita blm pernah kenal kurasa. Di beberapa kesempatan, kita duduk sebangku atau berdekatan kursi, belajar bareng, olah raga bareng, dan di kesempatan-kesempatan itu lah aku mulai mengenalmu, dan…aku terheran…

Aku terheran krn, kamu mengajakku dtg PDKK (Persekutuan Doa Karismatik Katolik) sepulang sekolah. Entah kenapa, aku menurut saja. Padahal wkt kelas 2 di LC itu, ada jg temen yg ngajakin aku ke situ, tp aku ga mau dgn berbagai alasan. Yang membuatku bener2 terheran awalnya adalah KAMU yg ngajakin. Wow… ada apa gerangan sampe Irma ngajakin gw nih? IRMA gt lho…!!! Seorang Irma yang pintar, rajin, cantik, menarik, secara ekonomi jg berada (itu di pandanganku yach), jago olahraga, bs main alat musik, LENGKAPPP…hehehe… Kadang di kepalaku wkt itu, msh ada image bahwa, Tuhan hanya dicari oleh orang-orang yg ‘kurang’ secara ekonomi, beban hidup banyak, ga cantik/menarik, dll. Buat apa lagi coba Irma yg kaya gitu sampe perlu dateng PD (sungguh-sungguh dlm Tuhan) dan ngajakin orang??

Tanpa banyak nanya, aku lgsg dtg di PD itu. Ruangan yg jarang dibuka kynya, di dkt ruang gambar sekolah kita. Hehe… ternyata, lumayan bnyk jg ya orang yg dtg. Aku dtg, bener2 sebagai orang baru di komunitas yang baru itu. Kaget karena…haha…meskipun sejak kecil aku dididik sebagai believer, aku blm benar2 hidup di dalamnya,…dan tiba2, aku ada di kumpulan believers di sekolahku. Kalian jago bermazmur, speaking in tounge, berdoa dgn sungguh2, tp yg lebih dari itu….ada hadirat Tuhan yg kuat sekali yg kurasakan. Awalnya, aku tidak tau ttg hadirat Tuhan, tp aku tau ada ‘sesuatu’yg bikin aku fall in love utk berada di situ lebih lama lagi. ‘Sesuatu’ itu membuatku menangis, membuatku merasa damai sejahtera, penuh sukacita, tak tergambarkan. Baru stlh itu lah kutau kalau itu adalah hadirat Tuhan. Aku menyukainyaaaaa……!!!! Dan aku mau terus lebih lagi mendapatkannya…!!!

Ma, aku melihatmu jd pemimpin pujian dan doa ketika itu. Km bermazmur, km pun speaking in tounge. I’m shock. Kenapa? Well, dulu pikiranku msh ‘sempit’ sekali, bhw speaking in tounge hanya dapat dilakukan oleh orang-orang Kristen saja, sedangkan km Katolik. WOW…itu mengejutkan…!! Tp gpp, Ma… yg km lakukan di mimbar ketika itu, menjadi salah satu sarana yg mendorongku dgn kuat sekali untuk ….juga mendapatkannya. ‘Tuhan, Irma punya tuh bahasa Roh itu, aku juga MAU….!!!

Hari ke hari aku habiskan lebih banyak lg baca firman, cari kebenaran firman ttg bahasa Roh. Aku mencarinya di Alkitab, aku mencarinya di toko-toko buku rohani. Dengan nekad, pd akhirnya, aku bertanya samamu wkt nginep di rumahmu itu, Ma. Aku bertanya sedikit ttg hal itu dan km bilang, ya berdoa aja Sis, ntar jg km dpt koq. Terus km ceritakan pengalamanmu gmn sampe km dibaptis oleh Roh Kudus. Sepulang dr rmhmu, aku lbh banyak lg baca firman dan berdoa, mencari tau semua kebenaran ttg BRK itu, dan aku mendapatkannya. Aku dibatpis oleh Roh Kudus…!!! Dan aku menyukainyaaaa… aku suka dengan PribadiNya di dalamku. LOVE HIM so much!!! Skr aku tau dan sadar, Roh Kudus-Nya dicurahkan tidak hanya kepada bbrp org tertentu yg istimewa, atau kepada gereja atau kalangan tertentu, tetapi kepada semua orang yang merindukan-Nya secara pribadi, kepada mereka yang percaya kepada-Nya.

Di kesempatan lain, aku belajar terbuka ke km. Di sinilah istimewanya, sesuatu di dalam hatiku bilang klo km dapat dipercaya, klo km bersedia untuk mendengar dan memberi saran/solusi. Sebelumnya, aku orang yg super introvert. Gak pernah kuceritakan ttg hidupku ato keluargaku ato apapun dlm ku ke orang lain, tmsk ke ortuku. Dan kepadamu, meski susaaaaaahhhhh bgt utk mulut ini ngomong, rasanya wkt itu harus ngomong n cerita. Yap. Di situ lah aku mencoba belajar percaya ama orang dan terbuka. Km ga bnyk comment wkt itu, cm bbrp kalimat saran dan nasihat, tp aku menyukainya. Br skr lah kutau klo itu namanya aku sedang dikonseling/dibimbing samamu.

Hm… Irma yang kukenal, benar-benar luar biasa. Luar biasa Tuhan bekerja dlm hidupmu. Pada suatu kesempatan, akhirnya kutau ttg kondisi papamu wkt itu, sakit, stroke, dan semua pengobatan yg sempat dijalani. Mama, km dan keluargamu rawat papamu sedemikian rupa…I saw it by my self @your home, km bawa papa ke KRK, km terus berdoa, dan tidak pernah kulihat sedikitpun km sedih. Ga pernah. Km tinggal sendirian di semarang, ortu di jkt. Ngurus rumah, sekolah, pelayanan, ditambah dgn pergumulan, namun aku melihatmu, penuh sukacita, semangat, penuh harapan. Klo aku di posisimu spt itu, entahlah… tak terbayangkan. Jam-jam doa mu begitu teratur (yg kutau di mlm hari di jam yg sama, km selalu berdoa). Astagaaaa…. Jam doa ku kacau balau lah klo mau dibandingkan dgnmu. Dr mu aku belajar ttg jam doa, ttg sukacita, pengharapan di dalam Tuhan, dll.

Suatu kali, wkt ngobrol2 ttg pria…haha…wkt itu kan mayan bnyk tuh pria yg ngejar2 km. Pasti lah, mana ada coba pria yg ga mau samamu, km begitu luarrrr biasa dlm segala hal rasanya… Bahkan mungkin ada jg cowo yg dtg ke mana pun km berada biar bs ‘ngecengin’ km. hehe.. Dan km bilang ke aku, klo urusan pacar/cowo, km tuh maunya yg high quality…lbh spesifik lg km bilang, bahwa dia haruslah lbh dahsyat dan luar biasa darimu dlm segala hal…terutama dalam hubungannya dengan Tuhan. Aku mikir2, ada gt ya cowok yg bs lbh dahsyat darimu? WOW…!! Dan skr, aku melihat…km mendapatkannya…orang yang sevisi denganmu, menjadi pendamping mu …. Utk selamanya ya pastinya? J

Intinya, di tulisan ini, aku mau bilang samamu, Ma, aku bersyukur sekali karena perjumpaan kita di masa SMU itu. Kehadiramu, benar-benar Tuhan pakai untuk memberkatiku dalam banyak hal di masa awal-awal aku hidup dalam Tuhan. Ada jg kehadiran bbrp tmn yg lain spt Patty, Tintin, Mirna, dkk yang berperan di dalamnya, aku bersyukur utk itu. Km di Jakarta skr ya, Ma… Let me hear your story by now… let me hear the story of your faith, the story of His love for you and for this generation, Ma…

Ada banyak hal Tuhan ajarkan padaku sampe hari ini untuk menjadi berkat bagi banyak orang, dan itu dimulai dari masa2 SMU itu. Thanks Lord, utk orang-orangMu yg istimewa yg Kau tempatkan ada di sekitarku untuk membimbingku dalam pengenalan akan Tuhan.

Buat Patty, Mirna, Tintin, akan sangat panjang klo kuceritakan di sini… maybe in another title of this blog. Yg pasti, kalian benar2 Tuhan pakai dengan luar biasa untuk membawaku mengenal Tuhan di masa-masa awal kehidupanku bersama Tuhan, membawaku menangkap isi hati Tuhan akan hidupku dan akan Indonesia. Love you all, my partner J


happy 22nd, dek

November 10, 2010

Aku lupa kapan pertama kali denger lagu ini, yang pasti kembali terdengar di telingaku ketika datang ke salah satu perayaan ulang tahun di PMK 1 unpar. Entah siapa yang ultah ketika itu, tapi lambat laun, karena semakin sering kudengar, aku mulai hafal lirik lagu ini. Klo dibilang ini lagu istimewa sekali bagiku, ya ga juga. Yang pasti aku suka ketika lagu ini dinyanyikan kepada orang yang ulang tahun dan dinyanyikan dengan sepenuh hati. Kenapa? Karena aku suka dengan liriknya. Benar-benar mantaphhh. Bukan lagu ucapan ultah standar yang biasa dinyanyikan oleh semua orang di dunia ini (haha….bkn berarti itu lagu yang lama dan biasa dinyanyikan kita semua jelek lho ya). Lagu yang kuketik ini tidak hanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang, tapi juga berisi ucapan syukur dan doa untuk orang tersebut. Nice songs…

Lagu ini, aku persembahkan, dengan segenap hatiku kepadamu, adikku…km, yang sdang berulang tahun hari ini.

Selamat ulang tahun, kami ucapkan padamu.

Selamat hari jadi, Tuhan Yesus memberkati.

Kami selalu berdoa, agar kau tetap setia

pada Yesus Kristus, Tuhan dan Raja kita

Kami mengucap syukur, Tuhan Yesus pimpin langkahmu

Padamu……(adikku)…… selamat ulang tahun.

seems delicious :D

Aku benar-benar mengucap syukur atas apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu sampai hari ini dan pastinya sampai selama-lamanya. Dia menunutun langkah-langkahmu sedemikian rupa, untuk membawamu masuk ke tanah perjanjian…tempat khusus yang Ia janjikan kepadamu untuk menjadi milik pusakamu. Dia menuntunmu sebegitu rupa sejak km kecil sampai skr, perjumpaan demi perjumpaan dgn orang-orang istimewaNya Tuhan baik yg membimbingmu maupun yang Dia percayakan utk kau bimbing. LUAR BIASAAA….!!! You are the Caleb, kau lah Yosua nya Tuhan. Aku mendukungmu, dek…  Jadilah kuat oleh kasih karunia Allah, dan setelah itu, rebutlah tanah perjanjian mu dengan kasih karunia-Nya. Love you….

2 Tim 1:1, Yos 1:3, Yos 1:6-9, Yos 14:9-11, Mzm 23.


Learn from Abraham’s Natural Seed

November 4, 2010

Di kesempatan ini, aku tidak menulis sebuah kesaksian, bukan pula sebuah pengajaran. Aku menulis karena aku sedang belajar dalam hal ini. Tulisan di bawah ini dibuat dengan tujuan untuk terus mengingatkanku akan hal yang sedang kupelajari, atau lebih tepatnya, mengingatkanku akan apa yang sedang Tuhan ajarkan kepadaku akhir-akhir ini. Jika Anda membacanya, mungkin Anda pun sedang Dia bawa untuk belajar, mengerti, dan memahami…bahkan melakukannya.

Di awal 2010 sampai hari ini, Tuhan bawa aku untuk semakin memahami, mengenal, dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Maksudnya, betapa aku adalah anak yang dikasihi oleh Tuhan, betapa pengorbanan Yesus di kayu salib telah menyelesaikan segala sesuatu yang buruk dalam hidupku dan Dia menggantikannya dengan segala berkat rohani jasmani, membuatku hidup dalam damai sejahtera, sukacita, kesehatan ilahi, dan kelimpahan dalam segala sesuatunya. Yesus telah dihukum di kayu salib atas dosa dan kesalahanku sehingga hidup yang kuhidupi sekarang di dalam Kristus adalah hidup oleh iman, hidup yang tidak lagi mengalami penghukuman, hidup yang penuh dengan kemenangan. Aku adalah orang yang telah dibenarkan oleh Allah. Hal ini benar-benar memerdekakanku, membuatku kuat di dalam kasih karunia-Nya yang besar dan berlimpah-limpah. Sebagian kecil tentang kasih karunia telah kutulis di blog ini pada tema ‘grace’. Anda dapat membacanya dan mengalaminya secara pribadi dalam hidup Anda. Aku sadar betul, bahwa sebelum aku membangun sebuah rumah/bangunan rohani dalam kehidupanku, pondasi yang kupunya haruslah benar-benar kuat, dan pondasi itu adalah berita akan salib Kristus yang benar-benar berakar kuat dalam hidupku. Setelah itu, bangunan yang sesungguhnya dapat dibangun dengan baik.

Dalam 1 minggu ini, pada beberapa kesempatan yang ada, melalui berbagai sumber, aku memahami, Tuhan sedang membawaku untuk belajar tentang bangsa Israel di masa ini. Ada hal menarik di situ yang kurasa perlu kita perhatikan sama-sama.

Kepada Abraham, Tuhan menyatakan berkat juga kepada keturunannya, kepada anak cucunya, yang saat ini disebut sebagai bangsa Israel, kaum Yahudi. Jika kepada keturunan alami Abraham Tuhan berkati berlimpah-limpah, apalagi kita sebagai bangsa Israel rohani yang dicangkokkan ke pohon zaitun yang sesungguhnya yaitu Yesus Kristus (Rm 11). Mari kita lihat keturunan jasmani Abraham, bangsa Yahudi, orang Israel asli. Pernahkah engkau berpikir betapa sebuah Negara yang sangat kecil ini telah menghasilkan orang-orang hebat di banyak segi kehidupan? Israel telah menghasilkan para investor dunia yang hebat, para pemikir, pemusik, pengusaha, ilmuwan, doctor, sarjana, para ahli filsafat.

Here are just some of the Jews whom you may have heard of: Read the rest of this entry »


Akupun tidak menghukum engkau

October 20, 2010

Suatu hari, ada seorang perempuan yang kepergok telah berbuat dosa perzinahan. Dengan segera para pemuka agama menghadapkan perempuan ini di hadapan Yesus. Mereka bilang kepada Yesus, bahwa menurut hukum Taurat, orang yg berbuat ky gitu harus dilempari batu.

Yesus menulis-nulis sesuatu dengan jari-Nya di tanah, dan berkata kepada para pemuka agama, barang siapa yang tidak pernah berbuat dosa, silakan dialah yang pertama melempar batu kepada perempuan itu. (Yoh 8:1-11)

Hukum Taurat ditulis dengan jari Allah di atas loh-loh batu. Kini dengan jari yang sama, Yesus menulis di atas tanah, hendak mengingatkan lagi bahwa dulu kala, memang Dia lah yang menulis hukum Taurat yang memperbolehkan orang untuk melempari batu kepada orang yang telah berbuat dosa. Kini, Yesus, Pembuat hukum Taurat itu, berkata kepada perempuan ini:

Yoh 8:10-11  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Yesus, Tuhan Allah, tidak menghukum perempuan yang berdosa ini. Mengapa? Dia hendak mengajarkan hukum yang baru kepada kita, bahwa di dalam Kristus Yesus tidak ada lagi penghukuman (Rm 8:1), sama sekali. SEMUA hukuman atas dosa telah Ia tanggung di kayu salib.

Perhatikan: Yesus tidak dapat mengerjakan sesuatu jika Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya. Itu artinya, Yesus dapat berkata bahwa Ia tidak menghukum perempuan berdosa ini karena Ia melihat Bapa pun tidak menghukum perempuan berdosa ini. (Yoh 5:19)

Yesus sengaja membuat wanita ini mengerti betapa dia tidak dihukum, baik oleh Allah maupun oleh manusia. Barulah setelah itu Yesus dapat berkata kepada wanita ini, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Tidak adanya penghukuman dari Tuhan memberikan kemampuan/kuasa pada kita untuk tidak berbuat dosa lagi, memberikan kekuatan kepada kita untuk berbalik dari dosa.

Friends, pertobatan tidak menghasilkan kasih karunia. Kasih karunia lah yang membawa orang dalam pertobatan. Siapa bilang kalau kita bertobat, maka Tuhan tidak lagi menghukum kita? Itu salah. Bahkan dalam kisah anak yang hilang, ayah dari anak yang berdosa itu telah lama menunggu anaknya kembali, menerima anaknya apa adanya, bahkan sebelum si anak menyatakan diri bertobat. Kasih lah yang membawa orang masuk dalam pertobatan. Kasih karunia lah yang membuat setiap kita memiliki kuasa untuk tidak lagi berbuat dosa.

Kebenarannya adalah, Tuhan tidak menghukum kita. Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan menyelamatkan dunia (Yoh 12:47). Sadarilah, dan ijinkan Yesus tinggal dalam hatimu, datang ke dalam hidupmu, DIA DATANG untuk MENYELAMATKANMU. Menyelamatkanmu dari segala sesuatunya, termasuk juga menyelamatkanmu dari dosa. Bukan kekuatanmu yang memampukanmu untuk hidup kudus, baik, murni, dan berkenan di hadapan Tuhan. Hanya karena kasih karunia-Nya, perbuatan-Nya di kayu salib, menebus mu dari dosa, itu lah yang akan memampukanmu untuk hidup kudus, baik, murni, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Yesus datang ke dunia ini dengan 1 tujuan: MENYELAMATKANMU, karena itu lah Dia disebut Juru Selamat (= ahli bikin selamat, ahli menyelamatkan)


Pelajaran di tengah Ujian

October 20, 2010

Pagi hari, minggu pertama di mess training, aku dapet sms dari anak rohaniku, dia nanya, ‘Ci, apa bedanya kemurahan dan kebaikan?.’ Spontan aku terdiam krn bingung mau jawab apa. Di satu sisi, pagi itu aku memang lg mumet belajar buat ujian bbrp menit lagi. Di sisi lain, aku bingung karena blm pernah merenungkan hal ini sebelumnya. Lgsglah kubales smsnya, ‘Ntar sore ya, aku mau ujian dl nih.’ Sambil mikir apa jawabannya.

Di ruang ujian, soal test dibagiin, aku coba jawab setiap pertanyaan yang ada dgn baik. Ada 1 nomor yang aku ga bisa jawab krn wkt belajar ttg soal itu, agak2 hapal aja meskipun dah coba dihapalkan. Nah, di situ, yang jaga test adalah Bu NN, dia juga lah yang mengajar kami mata pelajaran yg ditestkan, dia jugalah yang bikin soal test tsb. Tiba-tiba, dia ada di belakangku, terus bisikin jawaban dari soal yg aku ga bs jawab itu. Kaget lah aku pastinya. Terus tanpa pikir panjang, kuisi jawabanku dgn jawaban dari si ibu itu. Sore hari, kurenungkan semua ini. Apakah yg kulakukan salah? Hmm… klo itu salah, kenapa ada damai sejahtera dalam hati ini? Dalam perjalanan pulang menuju mess, aku tanya ama Tuhan… ‘Tuhan, apa aku salah? Jelaskan padaku, aku gak ngerti soalnya.’ Read the rest of this entry »


From TSM to MR

October 20, 2010

Sedikit flash back… bukan karena aku suka mengingat-ingat hal-hal yang dahulu kala… tapi karena kemarin2 itu dah pengennnn bgt nulis tapi ga ada wkt dan kesempatan. Jd mumpung lg ada waktu, skr kutulis deh yg sempat tertunda itu.

‘Sudah selesai, Sis.’ Itulah yang kudengar ketika di kantor bulan Juni yang lalu. Hm… ‘Selesai apanya, Tuhan?’ ‘Selesai waktumu di kantor ini.’ Segeralah aku mengerti dengan jelas, Dia mau aku meninggalkan kantor yang telah menampungku selama 3 tahun semenjak aku lulus kuliah. ‘Klo aku selesai di sini, terus aku ke mana, Tuhan?’ ‘Pergilah ke kerjaan yg itu tuh…km tau kan…dah dari dulu kamu mau jd MR infusan, kerjakanlah itu’.

Bener juga, dah sejak 2 thn yang lalu aku pengen masuk jadi MR, sebuah kerjaan yang sejalan dengan panggilan Tuhan menurutku. Awal ketika aku ada di kantorku, aku mulai mengerti jobdes dan ruang lingkup kerja MR. Detailing ke para outlet (baik para dokter maupun apoteker di rumah sakit), sangat mobile, interaksi dengan banyak orang. Itu tampak menyenangkan bagiku. Klo dipikir2, Tuhan tidak akan memberiku kerjaan yang menyimpang teramat jauhhhh dari apa yang telah Ia persiapkan padaku sejak dahulu. Background pendidikanku, berhubungan dengan kesehatan. MR pun berhubungan dengan medis. Ruang kerjaku di kantor, berhubungan juga dengan para MR. Aku berpikir, berinteraksi dengan banyak orang merupakan langkah awal untuk aku dapat memberitakan The Good News to other. Atau bahkan mungkin nantinya, aku dapat melanjutkan karierku yang lebih besar lagi dan itu berhubungan dengan medis. Just dream for this time… hope it not just a dream… God has a big vision for me and we (God and me)will run together to make it comes true.

Di sisi lain, aku pernah bilang sama Tuhan, bahwa aku baru mau keluar dari Bandung klo aku dah melihat ada cucu rohaniku memuridkan. Dia pun berjanji bahwa aku akan melihat keturunan rohaniku di Bandung.

Yes 55:10-11  Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Dan janji-Nya bener-bener tergenapi. Ttg hal ini, aku akan sharekan di topik yg lain dari Blog ini

Hal ini aku sharekan ke pembimbingku, K Messa, dan juga ke ortu. Amazing banget, mereka setuju dan mendukung dengan luar biasa. Ada resiko besar memang ketika aku mengambil profesi MR ini. Resikonya adalah, ada kemungkinan yang sangat besar untuk aku bekerja di seluruh kota besar di Indonesia, dengan kata lain, aku ga pernah tau bakal ditempatkan di kota mana, bisa di Bandung, luar Bandung, bahkan di luar Jawa. A big risk I think because I do really love to stay with my parent, and my lovely friends in God, but…kesempatan menjadi terbuka untuk meninggalkan mereka semua.

Sempat bertanya-tanya dalam hati, kerjaan MR ini khan sepertinya sulit, marketing, berurusan dengan target sales, dll…Apakah aku akan berhasil mengerjakannya? Beberapa kali hal ini kutanyakan ke my Master, and…He said… Read the rest of this entry »


Here I am… @ Pekanbaru…

October 17, 2010

Tak pernah kubayangkan ada di kota ini sebelumnya…

Lulus training MR, aku bayangkan aku ada di Jabar, Bandung atau sekitarnya…

atau klo bisa ya yang ekstrim sekalian, ke luar pulau mungkin…tp smpt ragu juga sebenarnya…

Ragu karena…karena aku bingung…

Kalau dipikir2, aku punya kebebasan utk memilih kota mana kah yg kan kutempati utk MR ini…

Tapi kesempatan utk memilih kota tak kunjung tiba… padahal temen2 dah ditanya 1-1 ama atasan utk pertimbangan penempatan ini…

Dengan semua keanehan ini, di tengah training, pagi hari di mess,

segera ku tanya ke my dear Father…

‘ Engkau ingin aku memilih kota apa, Tuhan?’

Dijawab langsung oleh Nya: Mzm 47:4-5

Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela

Hm… ternyata, bukan aku yang memilih kota, tapi Dia yang pilihkan bagiku, begitulah kata-Nya…

Ya sudah, aku ga lagi punya keinginan untuk memilih…

Karena kutau, Dia Bapaku yang sangaaaattt baik…

Pilihan Dia pun pasti lah terbaik untuk ku, anak yang dikasihi-Nya.

Jumat sore, diumumkan dari pihak kantor, aku ditempatkan di Pekanbaru.

Pesawat berangkat Minggu pagi…10-10-10 jam 10.

Ortu, Willy, para leader di DPM, teman-teman terdekatku pun kaget…

Haha…klo mereka kaget, apalagi aku…Aku kaget dan terheran…

Karena dlm wkt 1 hari, aku hrs bereskan semua yang ada di Bandung

Packing and pamit..

Pergi ke tempat terjauh yg pernah kutempuh untuk tinggal dalam waktu yang relatif lebih lama daripada kota-kota sebelum ini.

Sedikit ngobrol dgn atasan di kantor dan rekan sekerja…

Barulah kutau, ini benar-benar kota terbaik untuk bekerja

Potensi perkembangan karier dan income benar-benar tinggi

God mau aku terus naik dan bukan turun dalam segala aspek, termasuk karier dan income…

Di sisi lain, pernyataan Dia di buletin Berkat edisi oktober 2010 ini benar-benar meneguhkan keberangkatanku.

Tetua di Pekanbaru pun ternyata telah berdoa dan meminta sejak 2 thn lalu, untuk kedatangan 1 orang dari Bandung.

Bapaku mau aku ada di kota ini meningkatkan kapasitas, untuk menjadi berkat

Tidak hanya bagi Bandung, tapi juga untuk menjadi berkat bagi Pekanbaru dan penduduknya.

Benar-benar kota pilihan Dia…menakjubkan…

Itulah yang membuatku nekat untuk pergi.

Anak-anak rohaniku…

Kalian adalah mahkotaku…my children inheritage…

Dia membuatku puas dan bersukacita setiap kali aku mengingat kamu dan kasihmu…

Aku mengasihimu, nak…

Lanjutkanlah apa yang telah kukerjakan di Bandung…

Lanjutkanlah apa yang telah Ia mulai dalam hidupmu…

Jangan pernah diam atau berhenti…

Karena ‘kasih’ itu aktif…tidak pernah pasif atau diam..

Lanjutkanlah…

Sampai pada hari itu…

Hari wisudamu dari Dia, untuk pergi menjadi berkat di kota lain.

All my leaders…

Trims untuk setiap ‘payung perlindungan’…

Trims untuk setiap bimbingan selama ini…

Dengan sadar, aku pergi krn Ia yang menyuruhku untuk pergi…

Secepat mungkin…Sebelum aku berubah keputusan…

Karena aku pernah bilang, ‘paksakan rencana-Mu terjadi dalam hidupku’

Anggaplah skr, aku dipaksa pergi oleh kantor…

Itu pun aku tau, bahwa Ia yang memaksaku pergi…secepat mungkin. :)

Pasti ada adik-adik yang dimunculkan oleh-Nya, yang jauh lebih dahsyat dari kita semua.

Pastikan saja, bahwa kita bener2 pabrik anak panah, anak panah yang bener-bener melesat ke sasaran… pasti Dia isi raw material nya untuk bikin anak panah itu.

My dear bro and sist… my mom and dad…

Aku percaya Tuhanlah yang menjaga kalian…

Dengan segenap kasih karunia dan kemurahanNya…

Membuatmu terus berjalan dalam rencana-Nya…

Dad… jalanlah di dalam kasih-Nya yang tanpa syarat… I Kor 13… lakukanlah senantiasa, terhadap siapapun…

Mom….Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus (1 Tim 2:1)

Dia lah yang membuatmu tetap berdiri kuat menyelesaikan segala sesuatu…

Da, Prim…Jaga ma pa baik-baik ya…

Cc tau kalian ngerti maksud cc… :)

My dear Hui…

It’s the time to believe in His grace

It’s the time to know Him more and walk in His path

Just believe, He is Your Abba Father…

Bapa yang baik…Dia baik untuk selama-lamanya dalam hidup kita…

Never be afraid… Don’t let your heart be troubled…

Tetaplah bersukacita…

Love you…

Selain yang kusebutkan di atas, masih ada:

Nita, Eci, C Lucky, Ela, Gusman, Marga, Adek Ndut, Sioners, PMK 1 ers, Markuju, anak-anak Hermon, teh Lilis, anak-anak Hegar Asih, dek Febe, Winda, and all my friends @DPM… kalian berhasil ‘mencuri’ hatiku… hehehe… tp puji Tuhan kalian tidak berhasil mencurinya dari Tuhanku. :) I love you all…really do…

Kepada beberapa orang, aku pernah sampaikan… Aku hanya mau bergerak pada saat Dia dan kasih-Nya menggerakkanku. Ketika kasih-Nya menggerakkanku utk ‘menyeberangi’ dan ‘berpapasan’ dengan hidup kalian. What a great and wonderful moment I have with all of you. Mari kita kenal Dia lebih dalam lagi, dan terus bergerak di mana pun Ia tempatkan kita… demi perluasan kerajaan-Nya.

Suatu hari nanti, ketika kita bertemu kembali, kita sama-sama rayakan kemenangan demi kemenangan kita bagi Dia.


gara-gara Yusuf, tomat jd sebesar semangka??

August 10, 2010

Seperti biasa, komsel ke k’Messa pasti ada ayat hapalan. Ayat hapalan kali ini diambil dari:

Mzm 1:1-3  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  (2)  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.  (3)  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kaget sekali dengan ayat hapalan ini, mengapa? Karena, meskipun ayat ini udah sering dibaca, namun kali ini dalam beberapa kesempatan saya memang sedang mengunyah ayat yang serupa, saya kunyah, cerna, dan ternyata….sangaat menggairahkan…bener2 jadi rhema luar biasa bagi saya.

Gini nih ceritanya…

Aku baca kehidupan Yusuf…

Kej 39:1-4  Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.  (2)  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.  (3)  Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,  (4)  maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Belum lagi wkt dipenjara, kepala penjara pun menyatakan hal yang sama:

Kej 39:21-23  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.  (22)  Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.  (23)  Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Menurut cerita lengkap tentang Yusuf, dapat dikatakan Yusuf adalah seorang yang paling malang di sepanjang hidup, mengaapa? Karena ia dibuang ke sumur oleh sodara-sodaranya, dijual di pasar budak, dibeli oleh org asing, menjadi pembantu di sono, blm lagi masuk penjara tanpa berbuat sedikit pun kesalahan. Meskipun demikian, firtu berkata, bahwa Yusuf adalah seorang yang berhasil.

Standar keberhasilan bagi kebanyakan orang adalah ‘apa yang dicapai’, sedangkan bagi anak Tuhan, firtu bilang keberhasilan adalah ‘siapa yg dipunyai‘…maksudnya…selama kita punya Tuhan, selama Tuhan menyertai kita, selama Tuhan menyertai Yusuf, Tuhan lah yang membuat Yusuf/kita berhasil dalam apapun yang dia kerjakan.

Penyertaan Tuhan lah ternyata yang membuat Yusuf berhasil. Kabar baiknya adalah, Yesus, Tuhan kita, diberi nama oleh Bapa di sorga:

Mat 1:23  “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

Wow….Allah sendiri….Tuhan yang ada di dalam hati kita…Yesus namanya….Dia sendiri menyertai kita. KERENNNN bgt…..!!!! itu artinya, apapun yang kita kerjakan, Tuhan lah yang membuatnya berhasil apapun yang kita kerjakan.

Bahkan, Potifar, orang yang tidak mengenal Tuhan pun bisa bilang kalau ada Tuhan yang menyertai Yusuf dan membuat dia berhasil. Itu artinya, orang2 di luar sana yang tidak mengenal Tuhan pun akan berkata demikian ketika mereka melihat hidup kita. Bukan keberhasilan spt yg bs diraih oleh orang rata2 (tanpa penyertaan Tuhan)…namun keberhasilan yg extraordinary (lebih dari rata2), yang membuat mata banyak orang liat…wah pasti ini kerjaan Tuhan nih, bkn kerjaan manusia spt kamu yg mengerjakan hal ini… :)

(sempet kepikir juga sih, mungkin sejak Yusuf masuk ke rumah tangga Potifar, tomat yg ditanam di kebut Potifar ukurannya lgsg berubah jadi sebesar semangka…itu pasti pekerjaan Tuhan lwt Yusuf pikir Potifar)

Apa akibatnya? Nama Tuhan yang dipermuliakan lwt hidup Yusuf, lwt hidup kita. Akibatnya…Yusuf/kita pun mendapat kasih/kemurahan berlimpah dari sekeliling kita karena mereka melihat ada Tuhan dalam hidup kita…. AWESOME….!!!!

Di ibadah minggu, Bang Leo juga sampaikan hal yang mirip: Aku orang yang diberkati Tuhan, Aku orang yang dibenarkan, Aku menikmati semua yang Bapa sediakan dalam hidupku.

Kita lah umat yang diberkati Tuhan. Kita lah orang yang Dia jadikan berhasil, bukan karena kekuatan kita, namun karena penyertaanNya, IMANUEL ada di dlm hidup kita. Di buat Tuhan berhasil dan diberkati, supaya kita menjadi berkat bagi banyak orang.


God’s beloved

July 23, 2010

Friends,

i’d like to tell you smthing…

ternyata…kita anak-anak Allah…adalah God’s beloved….!!!

koq bisa? hmm…selama ini mungkin Anda dan saya menyadari klo kita tuh anak-anak Allah, dan sampai di situ aja. Tapi kini, aku ingin kasitau km sesuatu yg lebih menarik dari pd ‘status anak Allah’ … perhatikan…

suatu ketika, 2000 thn yg lalu, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. begitu keluar dari air, ada suara dr sorga, suara Allah Bapa yang berkata:

Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

You are my Son, chosen and marked by my love, pride of my life. (the Message ver.)

Thou art my beloved Son, in whom I am well pleased. (KJV)

Nah, setelah peristiwa itu terjadi, Tuhan Yesus dibawa ke padang gurun, di sini lah iblis mencobai Tuhan Yesus dan dia bilang ‘Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.’ si iblis menghilangkan kata ‘beloved’ itu kepada Yesus.

Dan hal yang sama terjadi dengan kita hari2 ini. iblis berusaha membuat kita hanya percaya klo kita ini anak Allah, dan bukan anak yg dikasihi oleh Allah…God’s beloved. mengapa? karena dengan cara demikian iblis tuh ingin agar kita tidak hidup seperti firman Tuhan. padahal Tuhan Yesus sendiri bilang kepada Bapa pada saat Dia berdoa:

Yoh 17:23  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Jadi sebagaimana Bapa mengasihi Yesus: ‘Anak yg Kukasihi’, demikian lah Bapa di sorga mengasihi kita. Sama seperti Bapa bilang kepada Yesus, that You are My Beloved Son, demikian lah kita adalah God’s beloved, kepada kita Bapa berkenan…

Rekan-rekan…dengarlah suara dari hati Bapa yang paling dalam kepadamu: engkaulah anak-Ku yang Kukasihi..You are My beloved..

Ketika aku tau, dan mendengar kalimat Bapa itu kepadaku secara pribadi, I just can only drop my tears and say … thank you, Father.. makasih Bapa, Engkau jadikan aku anakMu yang Kau kasihi sama seperti Engkau mengasihi Yesus.


Wash, and be clean

July 20, 2010

Di suatu negara yang penduduknya tidak mengenal Allah maupun hukum-hukum-Nya, ada seorang panglima perang yang sangat terkenal, dia adalah seorang pahlawan yang selalu menang perang…namun sayangnya, panglima ini kena penyakit kulit yang menjijikkan dan tidak ada obatnya. Dia mendengar bahwa di negara tetangga, ada seorang yang bisa menyembuhkan sakit penyakit dengan cara yang tidak pernah dilakukan oleh para dokter sebelumnya. Maka, datanglah dia kepada orang tersebut.

Orang ini memerintahkan si panglima perang untuk mandi di sebuah sungai yang ditunjuk. Terang saja, panglima ini kesal. ‘Apa-apaan sih, katanya mau nyembuhin, eh malah nyuruh mandi 7 kali di sungai”. Rekan-rekan panglima ini pun berkata, yahhh…gpp lah, klo disuruh mandi khan klo disuruh yang lain yg lbh susah jg km mau tho? Jadi lah si panglima ini pergi mandi….dan dia sembuh..bahkan kulitnya yang sakit itu berubah menjadi seperti kulit bayi…mantap..!!

Kisah lengkapnya dapat rekan-rekan baca di 2 Raja-raja 5:1-19

Menarik di sini… Read the rest of this entry »


His heart pounding, he ran out….QUICKKKK….!!!!

July 16, 2010

Sebuah kisah yang mungkin Anda dan saya sering dengar. Kisah 2 orang anak di Lukas 15,  anak yang bungsu suatu ketika meminta warisan sblm wktnya, pergi ke tempat yang jauh, entah apa lah yang dikerjakan di sana, bangkrut, kerja di tempat orang yang ternak babi, itu pun msh blm bs makan. Ia menyadari keadaannya, mengingat rumah bapanya, dan pada akhirnya nekad pulang…bahkan rela dijadikan orang upahan demi dapat makanan dari rumah bapanya.

Ada hal yang menarik di sini, ketika anak bungsu ini kembali ke rumah bapanya…ketika bapanya berlari mendapatkan dia, memeluk dan mencium dia, ketika dia mengakui kesalahannya kepada bapanya dan minta supaya dijadikan orang upahan bapanya…. Perhatikan…

Luk 15:20-23  He got right up and went home to his father. “When he was still a long way off, his father saw him. His heart pounding, he ran out, embraced him, and kissed him.  (21)  The son started his speech: ‘Father, I’ve sinned against God, I’ve sinned before you; I don’t deserve to be called your son ever again.’  (22)  “But the father wasn’t listening. He was calling to the servants, ‘Quick. Bring a clean set of clothes and dress him. Put the family ring on his finger and sandals on his feet.  (23)  Then get a grain-fed heifer and roast it. We’re going to feast! We’re going to have a wonderful time!

Bahkan ketika anak itu sedang mengakui dosanya, sedang minta ampun kepada bapanya,….LIHAT…bapanya jauh lebih sibuk ngurusin pemulihan anaknya yang baru aja datang..But the father wasn’t listening .. yang dilakukan bapanya adalah berkata QUICK kpd hamba-hambanya. CEPAT…!!! pulihkan keadaan anakku, pakaikan semua cincin, jubah, dll nya kembali. keadaannya haruslah pulih, sama sebelum dia pergi.

Ketika seorang anak memutuskan untuk kembali kepada Bapa dari kehidupannya yang rusak, Bapa jauh lbh ingin memulihkan…oh…tidak hanya memulihkan…tp Bapa dengan CEPAT memulihkannya, Dia tidak berlambat-lambat, Dia BERLARI mendapatkan anaknya yang kembali.. Aku mengucap syukur kepada Allah, karena ternyata…wow…Dia bertindak CEPAT untuk memulihkan anak2-Nya yang kembali dlm keadaan yang ‘terluka/hancur’.

Dia dengan segera menyiapkan ‘a wonderful time’ for us. How awesome my Heavenly Father is.


Kehidupan Kekristenan

July 15, 2010

Dalam salah satu kesempatan di PMK 1 Unpar, saya diminta untuk bikin sedikit tulisan pengajaran tentang kehidupan kekristenan. Pada awalnya saya bingung karena setau saya, tema ini adalah tema yang besar sekali di mana di dalamnya terdapat seluruh isi Alkitab untuk mengajar bagaimanakah kehidupan kekristenan sesungguhnya. Ketika merenung dan bertanya-tanya kepada Tuhan beberapa waktu lamanya…ada hal menarik ternyata yang hendak Ia sampaikan tentang kehidupan kekristenan sesungguhnya.

Berikut adalah tulisan yang akhirnya saya buat untuk PMK 1 atas petunjuk-Nya:

Tidak sedikit orang bertanya, sebenarnya kehidupan kekristenan itu seperti apa sih? Apa bedanya dengan kehidupan di luar kekristenan? Untuk mengenal bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang percaya (believers), maka tentunya kita perlu bertanya kepada Tuhan dengan yang menjadi acuan adalah Firman Tuhan karena Firman itu adalah Allah sendiri.

YOHANES 10:10 The thief comes only in order to steal and kill and destroy. I came that they may have and enjoy life, and have it in abundance (to the full, till it [b]overflows).

Pencuri datang hanya dengan tujuan untuk mencuri, dan membunuh, dan membinasakan. Aku (Yesus) datang supaya mereka memiliki dan menikmati hidup, dan memilikinya dalam kelimpahan (benar-benar melimpah sampai penuh dan mengalir ke luar)

Tuhan ingin agar setiap anak-anak-Nya hidup dan menikmati hidup (enjoy banget dengan kehidupan sehari-hari) itu dengan segala kelimpahan karena itulah tujuan Dia datang ke muka bumi ini. Tuhan tidak ingin anak-anakNya bersedih, menderita, penuh ketakutan, penuh kekuatiran di dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Tuhan ingin agar kehidupan yang HIDUP dari kekristenan bisa dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang di luar sana.

Hal-hal apa saja kah yang membuat orang percaya tidak dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan dalam segala kelimpahan?

  1. Penghukuman, baik itu merasa sebagai orang yang layak dihukum karena berbuat suatu kesalahan ataupun merasa layak dihukum karena tidak dapat memenuhi standar tertentu yang ditentapkan oleh lingkungan, orang lain, maupun diri sendiri. Penghukuman ini lama kelamaan dapat berbuah menjadi:
    1. Rasa minder, ragu-ragu, mudah terombang-ambingkan oleh perasaan.
    2. Masalah dalam keuangan, masalah dalam hal hubungan dengan orang lain.
    3. Sakit kepala, sakit hati, stress, sakit penyakit
    4. Kuatir, takut akan masa depan, takut untuk membuat keputusan.
  2. Intimidasi dari si jahat yang menyatakan bahwa Anda memang orang berdosa dan selalu berdosa dan keadaanmu tidak bisa dipulihkan.

Bagaimanakah caranya supaya Anda dan saya dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan itu setiap hari? Read the rest of this entry »


Round-The-Clock Protection

July 12, 2010

Sekitar 2 hr lalu, staff di kantor gw meninggal…

Kemarin sore, mamanya staff ku pun mengikutinya…

Temennya cc dari temenku di pmk 1, jugaaaa…

Ada yang bermimpi buruk beberapa hari yang lalu klo mamanya bakal meninggal…

Dini hari wkt final world cup, abang dr tmnku di UPI berpulang ke rumah Bapa…

Pagi ini di kantor, denger kabar klo bapak-nya temenku msk rumah sakit krn sakit..

HAAAAHHH….APA-APAN INI SEMUA?? akan ada kah sesuatu yang buruk terjadi lg?

Dan, Tuhan menjawab di saat teduh hr ini..

Mzm 91:1-16  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa  (2)  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (3)  Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.  (4)  Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. (5)  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,  (6)  terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. (7)  Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.  (8)  Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.  (9)  Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,  (10)  malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;  (11)  sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (12)  Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.  (13)  Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.  (14)  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.  (15)  Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. (16)  Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Kembali diingatkan untuk janji-janji Tuhan di Mazmur 91 bahwa SEMUA itu tidak akan menimpaku, tidak akan menimpa setiap kita, krn Tuhan lah yang menjadi perlindungan kita, kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.

Ketika aku masih kuliah beberapa tahun yang lalu, dan ada banyak malapetaka terjadi di sekitarku, K Bertha mengingatkan kami semua untuk menghapal ayat ini, tidak hanya menghapal, tp memperkatakannya…

dan sekarang…aku akan mencobanya lagi…menghapalnya dan memperkatakannya atas hidupku secara pribadi maupun atas orang-orang di sekitarku.

Terima kasih Tuhan, karena kutau, Round-The-Clock Protection perlindunganmu sempurna atasku, atas orang-orang di sekitarku, yaitu mereka– anak2-Mu. :)


take a bath

June 21, 2010

Pernahkah km liat orang yang bersihin badan lebih dulu sebelum dia mandi? aneh bgt lah ya…Yang namanya orang mandi tujuannya tentu utk bersihin badan dari semua debu dan kotoran. Adalah keanehan jika ada seseorang yang membersihkan diri lebih dulu dari semua debu dan kotoran dan setelah itu barulah dia pergi mandi.

Hal yang serupa dengan orang-orang yang mau berdoa menghadap Tuhan Yesus. Mereka tidak perlu membersihkan diri dulu, mengoreksi diri dari dosa, menguduskan hidup lebih dulu barulah boleh menghadap Tuhan. Ada orang-orang yang menyangka, utk menghadap Tuhan (berdoa) haruslah menguduskan hidup lebih dulu, baru kemudian dia layak untuk berdoa.

Teman-teman….Yesus itulah ‘kamar mandi’ itu. Dia lah solusi untuk membuatmu menjadi ‘bersih’ dan kudus. Hanya di dalam Dia lah ada pengampunan dosa, bukan di luar dia, bukan di luar ‘kamar mandi’ itu.  Dia lah solusi untuk hidupmu, dan Dia lah yang membantumu hidup benar, bukan dengan kekuatanmu sendiri.

Suatu kebohongan besar bahwa kamu harus membersihkan dulu hidupmu sebelum kamu masuk gereja atau tempat ibadah. Ada banyak orang percaya yang berkata, ‘Aku tidak mau datang kepada Yesus sampai saya dapat hidup benar lebih dulu’. Sayang sekali, karena Anda tidak akan pernah dapat datang kepada Yesus dengan cara hidup benar lebih dahulu. Yang benar adalah, Anda hanya perlu masuk ke ‘kamar mandi’ itu, datang ke Yesus, maka kamu akan ‘bersih’.

Datanglah kepada-Nya sebagaimana dirimu apa adanya, dan Yesus akan membersihkanmu, bersih dari dosa, rasa bersalah, dan penghakiman.


righteousness-man of God

June 9, 2010

Orang yang dibenarkan….

Semula…adalah orang yang besalah

Semuanya salah..semua perbuatannya salah..pola pikir salah..

Memperkatakan hal-hal yang salah..cara pandang…sikap hati..

SEMUANYA adalah hal-hal yang salah.

Tidak ada bagian dari dirinya yang benar. Layak dihukum. Bahkan harus dihukum. Tidak boleh luput dari penghukuman. Sedikitpun tidak bisa menyelamatkan diri sendiri…ujung-ujungnya maut. Terpenjara. Kekal..

Namun….Penebusan oleh darah Yesus di kayu salib..

Membenarkan orang yang bersalah.

Orang itu..bukan lah orang benar…namun dijadikan orang benar. Dibebaskan dari hukuman. Tidak layak, namun dilayakkan menghadap tahta karunia. Adalah orang berdosa, namun dibenarkan dan terus menerus dibenarkan.

Dia sadar kalau dirinya dibenarkan… dan memutuskan untuk berpikir seperti orang benar berpikir… berkata-kata seperti orang benar berkata-kata… bertingkah laku seperti orang benar bertingkah laku.. Kenapa? Karena dia sadar telah dibebaskan,…dan tidak mau lagi menjadi orang yang dihukum kembali.. menjalani kehidupan karena kasih karunia..hidup dalam damai sejahtera bersama Allah.. memperoleh kehidupan dan bukan kematian.. terus berjalan dari kekuatan kepada kekuatan karena Allah yang memberi kekuatan terus menerus.

Sekalipun jatuh, ia akan bangun kembali karena Allah tidak menghukum dia. Semua hukuman sudah ditimpakan ke Kristus di atas kayu salib itu.

Itulah orang yang sudah dibenarkan.


ANDA dan SAYA

Rom 5:1  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Rom 3:23-24  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

2 Kor 5:21  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.


Tunjukkan Bapa itu bagi kami (2)

June 9, 2010

Terus berpikir dan bertanya-tanya….ttg yg Yesus kerjakan di muka bumi ini…di jaman itu…2000 thn yg lalu… (krn skr kan Tuhan Yesus dah di sorga). :D

Dilahirkan di kandang domba..dari seorang perawan Maria.. Tumbuh berkembang seperti anak-anak normal lainnya…sempat bertanya jawab dgn para ahli kitab di Bait Suci pada umur 12 tahun.. track recordnya selama 30 thn pertama hidup-Nya, tidak ada yang menuliskannya di Alkitab.. Seorang manusia seutuhnya dan juga Allah seutuhnya, dilahirkan ke bumi utk berkarya 3,5 tahun, dan sesudah itu Dia mati di kayu salib…menebus semua manusia dari dosa… Hanya itu kah yang Ia lakukan?

Iya, benar…Tuhan Yesus dilahirkan untuk mati di kayu salib. Namun ternyata tidak hanya itu yang dilakukannya. Dia habiskan masa 3,5 tahun ini bersama dengan para murid yang dikasihi-Nya. Berjalan berkeliling kota dan desa, menyembuhkan orang sakit dan melenyapkan berbagai kelemahan, mengajar banyak orang..dan dengan hampir semua jenis pelayanan-Nya, dilakukan bersama-sama dengan para murid. Jenis pemuridan yang luar biasa…. hah…andai saja Tuhan Yesus mendampingi hidupmu selama 3,5 tahun, apakah kau akan seperti para rasul itu?

Pemuridan….

Hmm… klo sekarang kita memuridkan, dan bertanya-tanya, sebenarnya bagaimanakah caranya memuridkan yang benar? Bagaimanakah caranya bs menghasilkan anak-anak rohani dan triwira? Fiuhh…. blm lg wkt yg dipunyai utk memuridkan selama di kampus cm sebentar 3-4 thn lah kurang lebih.

Ada yang bilang, klo mau belajar…..lgsg lah belajar dari sumbernya. Belajar memuridkan, ya belajar lgsg dari Tuhan Yesus ketika Dia memuridkan 12 orang itu.

Aku heran…sempat amat heran..Tuhan Yesus bersedia menghabiskan waktu-Nya yang terbatas, tiga setengah tahun itu, untuk memuridkan orang-orang yang…keterlaluan…menurutku. Sadar ga, mrk itu ada yang menyangkal Yesus 3x, mau menurunkan api dari langit untuk membinasakan bbrp orang yang mrk ga suka, mengkhianati Yesus, hanya mau percaya jika telah mencucukkan tangannya ke luka yg ada di tangan Yesus, melarikan diri ketika Yesus ditangkap, bahkan pada akhirnya mereka kembali ke pekerjaan lama mereka, yaitu menangkap ikan.

Aku berpikir, ini adalah pemuridan tergagal sepanjang sejarah. Anak yg aku muridkan ga sebejat yg Yesus muridkan. Yesus menghasilkan murid-murid yang buruk setelah pelayanan-Nya 3,5 tahun di bumi. Tapi ternyata…para murid ini mengubah dunia setelah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus pada hari raya Pentakosta. Hmm… apa yang membuat mereka menjadi luar biasa selain oleh karena kuasa Roh Kudus? Mereka ternyata mengenal, tidak hanya pribadi Yesus, maupun pribadi Roh Kudus. Mereka mengenal pribadi Bapa melalui diri Yesus.

Yoh 14:8-10  Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”   Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Apa yang Yesus lakukan dan katakan selama 3,5 tahun itu, Dia melakukannya juga dalam rangka memperkenalkan pribadi Bapa kepada para murid. Sehingga mereka bertumbuh menjadi anak yg mengenal Bapa (1 Yoh 2:12-14), terus dan terus bertumbuh menjadi anak-anak muda yang mengenal firman, kuat, dan mengalahkan yang jahat. Kepada para murid, Tuhan Yesus memperkenalkan pribadi Bapa, pribadi-Nya (firman Allah yg kuat itu adalah Yesus itu sendiri – Yoh 1:14) , dan juga pribadi Roh Kudus. Sehingga setelah ditinggalkan, mereka menjadi ’bapa-bapa’ rohani bagi gereja Tuhan.

1Yo 2:12-14  Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Rekan-rekan,

Bagaimana dengan kondisi kita hari ini? Bagaimana kondisi pemuridan kita?? Sudahkah kita seperti Tuhan Yesus, hidup bersama dengan para murid senantiasa? Mungkin belum, tp bs dilakukan..!!

Mari kita bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Tuhan, dimulai dengan mengenal Bapa, betapa Dia mengampuni kita dari dosa krn kematian anak-Nya di kayu salib. Tanamkan itu terus menerus dalam hatimu dan dalam hati anak-anak yang kita muridkan. Maka kita akan terus bertumbuh. Baca firman itu setiap hari, maka kita akan mengenal pribadi Yesus yang adalah firman Allah itu sendiri. Bergaul karib dengan Roh Kudus setiap hari dalam semua aspek kehidupan. Terapkan itu dalam diri kita sendiri, dan juga dalam diri anak-anak rohani kita. Perkenalkan pribadi Bapa itu kepada semua orang, perkenalkan pribadi Yesus (firman) itu kepada semua orang (termasuk dirimu dan jg anak-anak PA mu), perkenalkan pengampunan-Nya selalu ada untuk semua orang, Roh Kudus-Nya pun diberikan kepada semua orang yang percaya sebagai Penolong, Penghibur mereka.

Mungkin hari ini, kita belum melihat perubahan dalam diri kita. Kita belum melihat perubahan dalam diri anak-anak rohani kita. Tidak apa-apa. Perubahan itu pasti terjadi, dimulai dari pengenalan akan Allah. Mengucap syukurlah, krn ternyata anak-anak rohani kita tidak ’sebejat’ para murid Yesus yang telah menyangkal Yesus atau mau menurunkan api dari langit.

Saya bisa katakan, Yesus tidak gagal dalam memuridkan. Dia berhasil…!! Dia berhasil memperkenalkan Allah Tritunggal itu kepada para murid secara bertahap…!! dan kita anak-Nya pun pasti berhasil….pasti melakukan hal-hal yang lebih besar daripada yang pernah Dia lakukan.


tunjukkanlah Bapa itu kepada kami (1)

June 9, 2010

Ada hal yang menarik bagi saya hari-hari ini….dan I try to write it down…

1Yoh 2:12-14  Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.  Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.  Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Ada 3 fase dalam kehidupan pengenalan akan Tuhan seperti yang tertulis di 1 Yoh 2:12-14, dan tiap fase memiliki keunikan yang harus terjadi di dalamnya untuk dapat berpindah ke fase berikutnya dengan sempurna.

  1. anak-anak
  2. orang-orang muda
  3. bapa-bapa

Setiap orang yang bertumbuh di dalam Tuhan akan mengawali kehidupannya di dalam Tuhan pertama-tama sebagai ’anak’. Firtu bilang, sebagai anak, ada 2 hal yg dialami: dosamu telah diampuni, dan mengenal Bapa. Kedua hal ini menjadi penting sekali sebelum seorang percaya masuk ke dalam tahap ’orang-orang muda’ dan seterusnya. Orang percaya, setelah lahir baru, dia menjadi ’anak’ secara rohani. Hal-hal awal yang dipelajari oleh seorang anak adalah mengenal Bapa, mengenal pribadi Bapa, apa yang dilakukanNya, kerinduanNya, kebaikanNya kepada anak-anakNya…dan lebih jelas lg ditulis di ayat itu…mengenal Bapa yang mengampuni anaknya dari segala dosa.

Seorang anak dapat bertumbuh dgn sehat ketika dia benar-benar menyadari betapa Bapanya mengasihinya, betapa Bapanya mengampuni setiap kesalahannya, setiap dosa yang diperbuatnya. Ketika seorang anak sadar betul betapa dia dikasihi, betapa dia diampuni, tidak dihakimi, tetapi diterima dengan tulus apa adanya oleh Bapa, maka anak tersebut akan dengan mudah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya. Anak tersebut akan mengucapkan kata-kata yang penuh kasih kepada orang lain, tidak berkata-kata yang menuduh, mengintimidasi, ato menghakimi orang lain. Sering mungkin kita mendengar dari rekan kita, ’Kamu ke mana aja selama ini, koq aku liat kamu jarang ke tempat ibadah?’, atau yang sejenis dengan itu…dan orang yang menerima pernyataan kalimat seperti itu, bukannya senang, tp malah jadi tertuduh atau mungkin terintimidasi. Ya itu lah kebiasaan orang-orang yang selama hidupnya diperlakukan demikian. Akibatnya, dirinya sendiri pun akan mudah merasa terhakimi, terintimidasi, dan tertuduh seiring dalam perjalanannya di dalam mengikut Tuhan. Sulit sekali bagi anak ini utk bertumbuh, bahkan di fase orang-orang muda (anak muda yang kuat, di mana firman Allah tinggal di dalam dirinya, dan mengalahkan yang jahat) jika dia belum benar2 mengenal Bapa dan kebaikanNya dlm hal mengampuni setiap dosa dan kesalahan.

Yoh 14:8-10  Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.  Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Bagi Tuhan Yesus, dan juga bagi Filipus, hal yang sangat penting adalah mengenal pribadi Bapa. Tuhan Yesus bilang bahwa Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Segala yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, itu karena Bapa yang mengatakannya. Segala yang Tuhan Yesus lakukan, itu krn Bapa mengerjakannya di dalam Tuhan Yesus Dengan kata lain, segala perkataan Tuhan Yesus dan perbuatannya di muka bumi ini yang tertulis di alkitab, adalah dalam rangka memperkenalkan Bapa itu kepada setiap kita. Bapa yang menyembuhkan semua orang yang sakit, Bapa yang mengampuni dosa, Bapa yang menerima semua orang apa adanya tanpa peduli latar belakang dan perbuatan2 apa yg dilakukannya, Bapa yang memberi makan 5000 orang bahkan lebih dari itu. Bapa yang meredakan angin ribut. Bapa yang melakukan SEMUA hal yang baik pada anaknya. Kepada Anda dan saya.

Rekan-rekan,

Anda ingin bertumbuh menjadi anak-anak muda di dalam Tuhan? Menjadi anak muda yang kuat, yang mengalahkan yang jahat, dan firman Allah tinggal di dalammu? Anda ingin terus bertumbuh menjadi ’bapa-bapa’ rohani bagi anak-anak rohanimu, menjadi bapa yang mengenal pribadi Allah yang telah ada dari mulanya, mengenal Tuhan secara utuh? Mulailah dari…kenallah pribadi Bapa yang Tuhan Yesus perkenalkan melalui kitab Injil…mulailah dari…sadar betul betapa kamu sudah diampuni!!

To be continued…


When It Is More Blessed to Receive

April 23, 2010

nice post from Pastor Joseph Prince

Luke 10:42
42… Mary has chosen that good part, which will not be taken away from her.”

If Jesus comes to your home, what would you do? Would you ask Him to sit down and then start serving Him? Or would you sit down and start drawing from Him? Would you let Him serve you and fill you up?

Jesus walked into the home of two sisters, Martha and Mary. (Luke 10:38) Martha saw His weariness. She knew that Jesus had been walking for miles, going about doing good, healing the sick and meeting the people’s needs. Obviously, He must be tired, she thought, so she saw Him as someone she had to care for.

Mary, however, saw beyond Jesus’ external weariness into His divinity. She saw that He was someone she needed to draw from. And by doing that, she made Him feel like God — the Savior who had come to serve her and not to be served by her. (Matthew 20:28) Jesus even commended her for choosing the better portion!

Our human minds just find that hard to believe. Some people tell me, “But Pastor Prince, the Bible says that it is more blessed to give than to receive.” (Acts 20:35) When it comes to man, that is true. But when it comes to God, He wants to give. In fact, unless you learn how to receive from God, you will have nothing to give to man.

Which sister gave Jesus the sweeter feast and filled Him up? Martha who was busy preparing food for Him? Or Mary who sat still and drew deeply from Him? It was Mary. She made Jesus feel a sense of His divine glory. She allowed Jesus to be the giver, to be God.

Like Martha, we always reverse the roles. We somehow think that God needs our service, but He actually wants to fill us first. Mary’s ears and heart were more precious to Jesus than Martha’s hands and feet.

We use our ears and hearts to draw from Jesus. We use our hands and feet to serve Him, and there is a place for that. But our sense and appreciation of God’s divine fullness is more precious to Him than all the service we can render Him. And when you draw from Him, you cannot help but become a great giver and server.

Mat 20:28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.